Showing posts with label rekomendasi. Show all posts
Showing posts with label rekomendasi. Show all posts

Friday, May 23, 2014

10 SERIAL TV YANG HARUS KAMU TONTON - BAGIAN 2

Halo!
Akhirnya list ini balik lagi. Buat yang bingung mau nonton apa pas weekend atau liburan, ini rekomendasi dari kita ;)


Big Bang Theory

Ini pertama kali orang mau nonton sebuah tayangan yang kosakatanya nggak umum sama sekali. Bayangin, di sini tiba-tiba kita bisa kenal teori quantum, budaya dungeons and dragons, sampai apa kejadian penting yang ada di komik musuhnya spider-man. Semua berkat Sheldon. Semua berkat Sheldon.

Game of Thrones


Red Wedding
Winter is coming.
You Know Nothing, John Snow.
The Lannister Always Pay Debt.

Kalo kamu sering banget liat atau denger kalimat-kalimat di atas, itu semua berkat Game of  Thrones. Pokonya nonton aja deh. 

House of Cards

Eneg sama dunia politik? Nonton ini. Dunia politik ternyata bisa seru dan keren. Banget. Cuma toloong deh, diinget. Orang yang seru dan keren itu belum tentu hatinya baik.


Dr.Who

Ini serial epik banget. Di Inggris, tempat serial ini tumbuh berkembang dan merajalela, kayaknya nggak ada orang yang nggak kenal Dr Who, seorang alien penjelajah waktu yang lucunya nggak pernah nyebut siapa namanya. Serial ini saking lamanya tayang, udah ditonton sama kakek, bapak, anak sampai cucu. Epic cross generation scifi series. Dan, kelanggengannya pasti punya alasan. Ini serial yang punya deretan penulis hebat terbanyak sepanjang masa. Must see!

Orphan Black

Gimana kalo di suatu hari yang random, tiba-tiba kamu tau kalo kamu punya kembaran. Banyak. 

Community

Konsepnya simpel banget. Sekolah asal untuk orang-orang yang asal sekolah. Komedi satu ini beneran ancur berat. Dan bagi kalian yang udah nonton Hangover saga, di sini kalian bisa lihat the origin of CHANG! Kalau itu nggak cukup buat alasan. gua nggak tahu lagi.

Portlandia

Ada banyak banget jenis komedi di dunia ini. Portlandia ini... bukan. Jadi kamu dimaafin kok kalo nonton ini dan gak ngakak Hehehe ;P Serial yang satu ini emang punya sense komedi yang jarang-jarang banget kamu temuin di serial komedi lainnya. Cobain ya!

Suits

Kalo kamu suka banget ngeliat cowo-cowo pake suits, ini adalah serial yang tepat buat kamu tonton. Berbagai macam cowo dengan suits keren seliweran di sini. Hehe.. tapi lebih dari itu, serial ini juga punya cerita yang seru banget.

Veep

Kamu tau gak sih kerjaannya Wakil Presiden itu ngapain? Kalo engga, coba deh nonton Veep. Serial ini nyeritain tentang seorang Wakil Presiden di US, yang desperate banget buat dapet kerjaan dan eksis di pemerintahan. Super kocak!
 
Breaking Bad


Bayangin, bapak-bapak guru kimia SMA, pinter, baek, cinta keluarga. Eh kena kanker, dan nggak punya duit. Karena nggak mau keluarganya terbenam utang dan jago kimia, jadi deh dia pembuat drugs. Nah loh. Petualangannya seru banget! Tapi kamu juga mesti siap kepikiran, jahat sama baik kok beda tipis sih. Jadi buat yang di bawah umur 17, mending nontonnya ntaran aja ya kalo udah cukup umur :)


Nah. Sekian list dari kita. Kamu punya rekomen serial lain yang HARUS banget kita tonton? Share aja di comment ya guys ;)

Wednesday, March 13, 2013

Audio Book



Teman-teman pasti pada hobi membaca ya, nah pernah dengar nama audio book? Sudah pernah menggunakan audio book?

Kalau belum pernah atau hanya sekedar tahu sedikit mengenai audio book, yuk kita kupas tentang audio book. Awalnya, format buku ini muncul untuk keperluan tuna netra karena tiap orang bisa mendengar orang lain membacakan isi buku tertentu. Namun, dewasa ini audio book bisa digunakan bagi mereka yang tidak punya waktu untuk membaca. Audio book dirintis sejak 1930-an ketika Kongres AS membuat program untuk membantu orang tunanetra. Nama programnya adalah ‘Books for the Adult Blind Project’.

Dahulu, audio book disebut talking-book yang pertama kali dikembangkan pada tahun 1932. Setengah abad kemudian, orang-orang bisnis melirik potensi talking book untuk membuat buku audio sebagai alternatif buku cetak. Tanpa bermaksud mengurangi kandungan naskah aslinya, audio book dibuat lebih ringkas dan ditulis-ulang (rewriting) agar sesuai ranah pendengaran. Agar lebih seru, musik latar disertakan sebagai backsound ataupun untuk jeda antara satu bab dengan bab berikutnya Jadi, jika kita sedang “membaca” naskah Dracula karya Bram Stoker, musik latarnya bisa dibuat cukup seram. Apa lagi jika penuturnya mampu menghidupkan naskah lewat intonasi maupun suara yang khas, pendengar bisa berimajinasi sendiri.

Audio book mulai memasuki toko buku AS menjelang akhir 1980-an dengan bentuk kaset. Setelah sempat meraih sukses hingga awal 1990-an, pamor audio book merosot, karena electronics book mulai menarik perhatian masyarakat. Apa lagi, perkembangan e-book ditunjang oleh  teknologi tablet yang kian mudah dan ringan untuk dibawa kemanapun. Hal yang baru dan menarik ialah pemanfaatannya sebagai layanan alternatif in-flight entertainment yang disediakan maskapai penerbangan. Audio book tersedia dan dapat dinikmati oleh penumpang pesawat udara saat berada di angkasa.

Bagi yang lagi malas membaca, audio book berguna untuk membuat waktu terbang berlalu tanpa terasa. Pemanfaatan ini sebetulnya solusi bagi orang yang punya waktu terbatas untuk membaca buku. Bayangkan, kita tinggal duduk manis di kursi sambil menunggu tapi dengan headset yang memutar cerita buku. Seru kan? Langkah ini bisa mengangkat kembali pamor audio book yang kini tersedia dalam CD ataupun MP3. Dengan format MP3, kemungkinan itu kian terbuka didukung oleh alat pemutarnya dan website-website penyedia audio boo. Bagaimana? Tertarik untuk mencoba menggunakan audio book? :D

Tuesday, October 2, 2012

BOOK OF THE DAY #2



"The Children's Homer : The Adventures of Odysseus and the Tale of Troy"

Mengenai raja masyur Odysseus dalam epik Odyssey, kita tahu bahwa Odyssey merupakan warisan karya sastra dunia yang ditulis Homer sekitar tahun 4 SM. Odysseus adalah salah satu raja yang terlibat dalam perang Troya, sebuah perang yang melibatkan banyak raja-raja besar Yunani. Jika kisah tersebut sudah dicetak ulang ratusan kali ke dalam berbagai bahasa dan juga difilmkan dengan berbagai versi (film edukatif ala BBC dan kolosal megah ala Hollywood), lantas, mengapa saya tetap terkesima membaca buku ini?

Odyssey oleh sentuhan tangan si penulis Padraic Colum, memang berbeda. Perbedaanya terasa sekali dalam hal stilistika (gaya berbahasa). Saya tanya kepada kalian : kapan kalian menemukan buku berbahasa Inggris dengan penyebutan kata sapaan thou (dikau) dan thee (anda)?  Nyaris tidak ada buku  terbitan di awal dua dekade 2000-an yang seperti itu. Makanya : buku yang pertama kali rilis tahun 1918 lalu dicetak ulang tahun 2004 ini tetap mempertahankan 'kekolotan' tersebut dengan menghadirkan gaya Middle English ala pujangga macam Yeats dan William Blake, tidak mengikuti pemakaian bahasa sesuai konteks zaman.

“My father, thou shalt learn soon what spirit is in me and what wisdom I have.”

Bahasa ‘ningrat’, jika saya boleh menyebutnya begitu.  Dari sinilah pembaca merasakan sebuah epik klasik bersetting 4 SM,  sebagaimana besarnya hierarki raja-raja agung Yunani. Colum menulis Odyssey lewat tokoh sentral Telemachus (putra Odysseus) yang mengembara demi menemukan ayahnya yang tidak urung kembali ke Ithaka, rumah mereka.

Quote favorit saya di buku ini adalah : “Speak not of my beauty, which departed in the grief I felt when my Lord went to the wars of Troy” –Penelope, permaisuri Odysseus.

Sedap! Betapa temuan buku langka seperti ini menjadi alasan saya untuk tetap setia berburu buku di pasar buku loak.

Pengarang : Padramic Colum (1881–1972)
Penerbit : Aladdin, New York 2004


- Annayu Maharani, Social Media PlotPoint, Chief of Senar Budaya FIB UI

Friday, September 14, 2012

BOOK OF THE DAY

Halo!

Dikarenakan bekerja di dunia yang penuh buku, otomatis lah tim PlotPoint punya dan HARUS meluangkan waktu buat membaca buku. Lagian, kita anaknya emang suka kok baca-baca... trus abis gitu dibahas, trus lumayan banget deh tuh buat bahan referensi dan nambah wawasan soal banyaak banget hal. Nantinya, malah bisa ngebantu buat ngembangin konsep atau sekedar biar bisa memecah keheningan dengan ngebahas buku yang baru kita baca. 

Nah, daripada disimpen sendiri.. sepertinya seru juga kalo kita sharing beberapa buku yang dibaca sama Tim PlotPoint di blog ini. Lumayan buat bahan referensi kamu yang lagi bingung mau milih buku apa untuk dibaca.   Ini dia:


Shortcomings oleh Adrian Tomine
“Buku ini adalah graphic novel tentang Ben Tanaka. Cowok Amerika-Jepang akhir 20-an yang nyebelin sekaligus galau. Ini kisah hidupnya menghadapi krisis cinta, karir dan hidup.”


Kenapa baca? Gue selalu suka coming of age story apalagi kalau karakternya menarik. Ben Tanaka ini nyebelin tapi tetap bisa bikin kita simpati sama dia. Gemes!

-Gina S. Noer. Editor & co founder PlotPoint; penulis film & TV.
*bisa beli di Aksa’ra atau Kinokuniya.


Ronggeng Dukuh Paruk oleh Ahmad Tohari
“Buku ini mengisahkan sisi lain kehidupan warga tradisional Indonesia yang penuh dengan tradisi dan ritual, di tengah pergolakan politik tahun 60-an. Juga ada kisah cinta antar seorang penari Ronggeng bernama Srintil dan seoarang tentara bernama Rasus yang tragis  tapi yang sangat menarik untuk disimak :')”


Kenapa baca? Tadinya tugas kuliah, tapi saya bisa bilang bisa nyesel kalau nggak baca. Begitu banyak karya Sastrawan Indonesia yang bisa memperkaya pengetahuan kita.

- Chandra Kartika.  Freelance Desainer PlotPoint, Desainer majalah SUMA UI
*bisa dibeli di kebanyakan toko buku di Indonesia


What I Talk About When I Talk About Running oleh Haruki Murakami
“Buku ini adalah cerita Murakami soal kegemarannya dan pengalamannya  mengisi  hari-hari dengan berolahraga lari.”


Kenapa baca?  Karena awalnya lagi berniat buat memulai olah raga secara rutin. Trus ke toko buku, eh.. pas banget di depan mata nemu buku ini, dan baru tau akhirnya kalo si Murakami yang terkenal itu ternyata rutin banget lari. Walaupun ini isinya cuma cerita tentang Murakami lari, tapi sangat enak buat dibaca. Mengalir banget. Hasilnya, buku ini berhasil nambahin obsesi gue buat travelling ke Marathon, Yunani. Ikutan lari? Enggak kok.. cuma mau foto dengan pose sok lari aja trus di tag di Path sambil ditulis: Im at.. Marathon, Greece. Cool banget kaaan?!  #salahfokus

- Amelya Oktavia. Co-founder merangkap menejer keseharian PlotPoint Publishing 
*bisa dibeli di Kinokuniya


Nah, itu tadi Book of The Day dari Tim PlotPoint. What's yours? Sharing aja sama kita di sini yuuk.... 
*ps: kalo ada fotonya lebih bagus lagi :)


Cheers,
Tim PlotPoint

PALING BANYAK DIBACA

How To Make Comics oleh Hikmat Darmawan