Showing posts with label workshop. Show all posts
Showing posts with label workshop. Show all posts

Tuesday, September 24, 2013

Discover Your Talent!

Halo guys!


Kalian masih ingat kan tentang Toto’s Film Making Class yang Plotpoint update minggu lalu?

Buat yang belum tahu, Toto’s Film Making Class ini adalah workshop pembuatan film yang pesertanya adalah siswa-siswi SMA. Acara ini adalah program CSR Blitz Megaplex yang bekerja sama dengan CJ, CJ CGV dan didukung oleh SAE Institute, Stikom LSPR, dan tentunya Plotpoint Kreatif. 



Nah peran Plotpoint di sini, ngumpulin para praktisi film untuk menjadi mentor dan membagi pengalaman mereka. Nah sekarang Plotpoint mau rangkum kegiatan apa saja yang dilakukan sama peserta Toto’s Film Making class ini. 

Hari pertama Toto’s Film Making Class ini dilaksanakan di kampus LSPR pada tanggal 13 September yang lalu. Acaranya dibuka oleh sambutan dari pihak Blitz selaku penyelenggara. Pada hari itu, juga dijelaskan mengenai konsep acara dan latar belakang dari acara Toto’s Film Making Class. 

Ternyata Toto’s Film Making Class ini gak hanya diadakan di Indonesia saja lho guys. Acara serupa juga pernah diadakan di China dan Vietnam. 

Wah bangga banget ya bisa ikut serta workshop kelas dunia ini!

Para peserta workshop, yang merupakan siswa-siswi SMA dari JABODETABEK ini dikumpulkan di ruangan auditorium guys. Kemudian mereka berkenalan dengan para mentor. Mentor-mentor yang berpartisipasi dalam workshop ini adalah tokohtokoh yang aktif berkesenian dibidang perfilman, antara lain ada Salman Aristo, Lance Mengong, Chandra Endroputro, Ardy Octaviand, Ari Syarif, Lala Sheila, Robby Ertanto, Sastha Sunu, Faozan Rizal, dan Wawan I Wibowo.

Setelah itu, para peserta dibagi menjadi beberapa kelompok untuk bermain games bersama para mentor. Seru banget! Ada games pesan berantai, deskripsi wajah, sambung kata, dan lain-lain. Para mentor juga ikutan main lho guys!

Kira-kira kalian tahu gak nih tujuan games-games yang dimainkan oleh peserta dan mentor? 

Selain untuk mencairkan suasana, bermain games juga bertujuan untuk memperat peserta dan mentor sehingga nanti mereka tidak akan canggung sewaktu proses pembuatan film. Tujuan yang lain adalah agar tercipta rasa saling percaya di antara para peserta dan mentor.

Mas Chandra Endroputro (kiri) sedang bermain games bersama peserta


Setelah seru bermain, para peserta kembali duduk di kursi masing-masing untuk mendengarkan penjelasan tentang pembuatan film dari mentor-mentor. Mereka dijelaskan tentang apa pentingnya cerita, pembuatan naskah film, pra-produksi, paska produksi, teknik pencahayaan, teknik pengambilan gambar, storyboard, dan juga pengeditan film.


Para peserta workshop sedang belajar teknik penguasaan kamera


Hari kedua, masih di kampus LSPR, para peserta diberikan arahan-arahan lebih detil tentang teknik-teknik pembuatan film. Pssst, ada mentor tamu juga lho yang datang untuk berbagi ilmu. 


Hayo siapa ya kira-kira? 

Yak mentor tamunya itu mas Joko Anwar. 

Pasti udah gak asing lagi dong ya sama namanya. Karya-karya yang pernah dibuat oleh Joko Anwar antara lain film Modus Anomali, Kala, Pintu Terlarang, dan banyak lagi. Kebayang dong ya ilmu-ilmu yang bisa dibagikan mas Joko Anwar untuk para peserta workshop. Pastinya berguna banget pada saat pembuatan film mereka.

Mentor tamu, Joko Anwar, sedang menjelaskan tentang premis

Ketika sesi bersama mas Joko Anwar, para peserta berlatih membuat premis film sebagai dasar pembuatan film mereka. Premis-premis yang mereka buat bagus-bagus guys. Berpotensial untuk dibuat menjadi film yang bisa menang penghargaan. 

Setelah latihan membuat premis, mereka dibagi kedalam lima kelompok. Masing-masing kelompok memilih judul film Indonesia sebagai nama kelompok mereka. Ada kelompok Senggol Bacok, Berandal-berandal Ciliwung, Arisan, ?, dan 5 cm. Tiap kelompok punya mentor masing-masing guys yang akan membimbing mereka selama pembuatan film.

Pada hari itu, para peserta juga mengeksplorasi area kampus LSPR yang akan dijadikan lokasi syuting. Para mentor juga ikut mengarahkan peserta untuk mengeksplorasi lokasi-lokasi yang tersedia di kampus LSPR.


Mas Ari Syarif bersama kelompok Arisan sedang mengeksplorasi lokasi syuting


Sudah puas cek-cek lokasi syuting, para peserta kembali ke dalam kelas untuk mendiskusikan film apa yang mau mereka buat guys. Tema-temanya macam-macam. Ada yang drama, ada juga komedi. Mereka juga gak takut untuk meminta saran dari mentor ketika membuat naskah filmnya. Terlihat jelas mereka sangat antusias untuk membuat film mereka sendiri.

Nah hari ketiga itu adalah hari para peserta syuting guys. Naskah film, yang sudah mereka buat, dihafalkan dan gak lupa menjadwalnya syuting adegan-adegannya. Ada kelompok yang syuting pertamanya untuk adegan di luar ruangan dan ada juga yang di dalam ruangan. Sibuk banget pokoknya para peserta Toto’s Film Making Class ini mengatur meja, kursi, dan semua properti yang mereka butuhkan sewaktu syuting.



Kelmpok ‘Berandal-berandal Ciliwung’ sedang melakukan syuting


Di sini ini fungsi sutradara sangat penting dalam pembuatan film karena sutradara yang menentukan sudah bagus atau belum adegan yang sedang direkam. Kalau sutradara belum puas adegan akan diulang sampai hasilnya bagus. 

Good job pak sutradara!

Karena membutuhkan beberapa pemain yang sudah dewasa, banyak panitia Toto’s Film Making Class yang diajak bermain menjadi extras atau juga pemeran utama. Wah wah, semakin seru aja proses syutingnya. Saking seriusnya, mereka baru selesai syuting malam hari lho. Padahal besok sudah hari Senin dan mereka harus masuk sekolah. Antusias banget ya semua pesertanya! :D


Kelompok ‘Senggol Bacok’ sedang melakukan syuting


Pada hari Seninnya, setelah para peserta pulang sekolah tentunya, mereka dikumpulkan lagi untuk belajar mengedit film. Mereka berkumpul di SAE Institute dan dipinjamkan ruang-ruang kelas untuk mengedit film mereka. Bagian mana yang dipotong, kemudian disambungkan dengan bagian yang mana. Rumit banget ya kedengarannya. Tapi untungnya mereka juga dibantu oleh mahasiswa jurusan Film di SAE Institute. Makin banyak nih ilmu yang mereka pelajari di Toto’s Film Making Class ini.


Kelompok ‘?’ sedang serius mengedit film mereka


Selain memotong-motong film, mereka juga harus memasukkan efek suara untuk filmnya agar filmnya menjadi lebih hidup dan ada sedikit efek dramatisnya. Para peserta sendiri lho guys yang mencari efek-efek suara yang copyright free untuk filmnya. 


Kelompok ‘Senggol Bacok’ sedang serius mengedit film mereka


Agenda hari Selasa hampir sama dengan hari Senin, melanjutkan mengedit film dan juga mendesain poster film mereka. Sewaktu mereka membuat poster, kakak-kakak dari SAE Institute juga ikut membantu mereka. Kak Lala Sheila juga membantu mereka. Tapi tentunya ide desain posternya dari mereka sendiri guys.


Kelompok ‘Senggol Bacok’ sedang mendesain poster


Dan sekarang tibalah pada hari yang ditunggu-tunggu yaitu hari pemutaran film mereka. Hari pemutaran film mereka dijadwalkan pada hari Kamis tanggal 19 September di Blitz Megaplex, Pacific Place. Di depan Blitz Megaplex sudah terpampang poster-poster hasil karya para peserta workshop. Bangga pastinya! Apalagi hari pemutaran film ini juga akan dihadiri oleh keluraga dan teman-teman peserta workshop.

Jam 15:00 para peserta beserta para keluarga yang diundang dipersilakan untuk masuk ke ruang pemutaran film. Gak hanya keluarga yang dating guys, ada tamu-tamu kehormatan lainnya antara lain perwakilan dari Kemenparekraf dan ada juga artis yakni Indra Bekti dan Alex Komang.

Selesai pemutaran film, tidak lupa ada pembacaan pemenang penghargaan dari mentor-mentor Toto’s Film Making Class. Kategori Best Movie dan Best Screenplay dimenangkan oleh kelompok Berandal-berandal Ciliwung dengan film mereka ‘Ciuman Maut’. Best poster dimenangkan oleh kelompok 5 cm dengan film mereka ‘Hopes’. Best Directing dimenangkan oleh kelompok Arisan dengan film mereka ‘Suara’. Best Cinematography dimenangkan oleh kelompok ? dengan film mereka ‘Tikungan Banci’. Best Editing dimenangkan oleh kelompok Senggol Bacok dengan film mereka ‘On Air’. Selamat ya! :D

Kelompok ‘5 cm’ memenangkan kategori Best Poster


Lewat Toto’s Film Making Class ini kita bisa belajar banyak guys. Contohnya para peserta workshop yang sangat antusias menyerap materi dari para mentor. Juga belajar dari para mentor yang tidak segan untuk membagi pengalaman mereka kepada para peserta. Jangan pernah takut untuk bermimpi guys! Karena bisa saja kalian besok yang akan merasakan ‘Dream comes true!’ seperti para peserta Toto’s Film Making Class ini.

Para peserta, mentor, dan semua pihak yang berpartisipai dalam Toto’s Film Making Class


Dan Plotpoint harap, dengan adanya kegiatan Toto’s Film Making Class ini akan banyak bermunculan generasi-generasi muda di dunia perfilman. Generasi-generasi muda inilah yang akan menjadi penerus dunia perfilman Indonesia. :)




Tuesday, September 17, 2013

[OPEN HOUSE] KELAS WRITING IN ENGLISH, CERITA ANIMASI, SKENARIO FTV, dan NON FIKSI






Hi guys,
Siapa nih yang penasaran sama kelasnya PlotPoint? Kita akan mengadakan OpenHouse lho. Pada open house ini, kita akan share kelas dan workshop apa aja yang ada di PlotPoint. Ada kelas Writing in English oleh Sita Sidartha, Cerita Animasi oleh Chandra Endroputro, Skenario FTV oleh Bagus Bramanti, dan Non Fiksi oleh Hagi Hagoromo.

Nah catet ya tanggalnya, hari Sabtu, 21 September 2013, pukul 10:00 – 12:00 dan Minggu, 22 September 2013, pukul 10:00 – 12:00. Tempatnya di kantor Plotpoint, Jl. Puri Mutiara 2 No. 7, Cipete, Jakarta Selatan.

Open House akan dibagi dalam empat sesi, yaitu :
  • Sabtu, 21 September 2013:
    • Cerita Animasi oleh Chandra Endoputro, jam 10:00 – 11:00
    • Writing in English oleh Sita Sidartha, jam 10:00 – 11:00
  • Minggu, 22 September 2013:
    • Non Fiksi oleh Hagi Hagoromo, jam 10:00 – 11:00
    • Skenario FTV oleh Bagus Bramanti, jam 10:00 – 11:00

Open house ini FREE lho, dan tempatnya terbatas hanya untuk 15 orang per sesi

Makanya langsung aja daftarin data diri kamu dan cantumkan juga sesi yang ingin diikuti ke e-mail daftar@tulissekarang.com dengan subjek OpenHouse Plotpoint.

Kalo mau tau info lebih lanjut, bisa hubungi nomor 021-34220888 (Jam 09.00-17.00).



Sampai ketemu, guys! ;)


Monday, June 10, 2013

[AkTa] Cerita Kelas Fiksi Cerpen Angkatan 1



Kalau sebelumnya kita sudah kasih laporan tentang Akademi Bercerita non fiksi, sekarang giliran AkTa Cerpen yang kita ceritain. 

Kelas Cerpen ini diikuti oleh delapan peserta, yaitu Aditya Rakhman, Astri Avista, Muhammad Winata, Norman Erikson, Ridha A. Rizki,  Riesna Kurnia, Ryeska Fajar, serta Vivi Priliyanti. Delapan peserta ini akan berbagi keseruan mereka tentang ‘kehidupan bersama’ di kelas AkTa. 

Saat ditanya kenapa mereka memilih untuk ikut kelas cerpen, kebanyakan dari mereka jawab kalau mereka ikut kelas ini sebagai wadah belajar mereka. Mereka menganggap kelas Akademi Bercerita ini sebagai ajang belajar yang sungguh-sungguh karena tidak dilaksanakan dalam kurun waktu harian saja. 

Selain itu mereka dapat bonus untuk menerbitkan omnibook setelahnya. :D 

Mas Arief sedang berbagi ilmu di kelas cerpen


Cerpen sebagai karangan fiksi, dipilih karena di dalamnya, mereka bisa bermain imajinasi, dan mengembangkannya secara liar. Menulis fiksi semacam mencipta dunia sendiri yang di dunia nyata mungkin tidak bisa terjadi. 

Walaupun bebas berimajinasi, cerpen tetap punya kendala dalam penulisannya lho. Di awal pertemuan kelas ini, banyak peserta yang bingung menentukan ide tulisan. Di kelas ini peserta dikasih latihan-latihan yang bisa memancing datangnya ide. Selain itu ada juga yang mengalami hambatan  dalam menulis kalimat efektif, belum bisa melakukan self-edit dengan baik, dan perihal waktu yang menjadi masalah utama banyak penulis. 

Nah, di kelas AkTa Cerpen ini, Mas Arief juga ngajarin cara menuliskan karakter, plot dan setting; dan trik dalam pemilikan kata, membuat susunan kalimat yang baik dan tentunya melakukan editing. 


Peserta AkTa kelas Cerpen sedang latihan


Sekarang kita cerita tentang proses belajar di kelas AkTa Cerpen, yuk! Kelas yang satu ini sangat seru. Tapi, jangan bayangkan keseruan mereka hanya sebatas tawa yang nggak jelas ujungnya. Mas Arief selalu memberikan materi yang bagus, bikin lelucon, bikin tantangan yang nggak terduga untuk menggali ide, juga bikin sesi game untuk memanaskan imajinasi. Begitu sudah masuk proses penulisan, peserta AkTa Cerpen diminta untuk mengubah draft 1 mereka dan tulis ulang atau re-writing

Nggak tanggung-tanggung, keseluruhan proses  re-writing itu sampai 5 kali lho. Karena, prinsip dasar menulis adalah “Writing is re-writing”, proses itu sangat diperlukan untuk mengevaluasi tulisan kita. Selain itu,  re-writing membutuhkan waktu, meskipun kamu bisa melakukannya kapan dan di manapun. Kelas AkTa cerpen ini diikuti dari berbagai macam latar belakang, ada yang suka menulis saja, bahkan ada yang tulisannya sudah dimuat di media cetak. Masing-masing dari mereka saling berbagi masukan yang konstruktif. Intinya sih, sharing pengalaman.

Meskipun namanya belajar gratis, tapi hasil akhirnya sangat menjanjikan lho. Setelah ikut kelas ini, mereka dikontrak untuk menuliskan tiga buah omnibook secara bersama-sama. Senang sekali setelah mereka menyelesaikan proses belajar di AkTa Jakarta, mereka masih punya semangat yang tinggi untuk terus belajar tulisan yang lain. 


Peserta kelas cerpen bersama Mas Arief dan Mbak Gina


Kita tunggu ya omnibook dari alumni angkatan 1 kelas Akademi Bercerita Cerpen. Teman-teman lain yang belum berkesempatan ikut, tunggu terus kabar dari Akademi Bercerita Jakarta dan Jogja! Siapa tahu kamu bisa jadi peserta di angkatan selanjutnya. 

Friday, June 7, 2013

[DIBUKA PENDAFTARAN] KELAS WRITING IN ENGLISH



Guys, ada diantara kalian yang sedang berniat melamar sekolah keluar negeri, tapi kesulitan menulis essay dalam Bahasa Inggris? 

Atau atasan memintamu membuat laporan dalam Bahasa Inggris, tapi kamu merasa susah mengatur kata-katanya? 

Atau mungkin, sudah jago ngomong bahasa Inggris tapi malah belum lancar menulis dalam bahasa Inggris? 



Ayo ikuti :



WRITING IN ENGLISH 
Bersama Sita Sidharta




Sita Sidharta adalah lulusan Bachelor of Arts with Honours in Communication Studies(Minor: Linguistics) di University of Leeds dan Master of Science in Television Production di Boston University College of Communication. Ia adalah seorang yang punya passion dalam dunia menulis dan mengajar. Selain pernah menjadi penulis lepas di beberapa PH, menerbitkan buku "Menjadi Penulis Skenario Professional" dan beberapa karyanya diterbitkan di beberapa antologi cerpen, Sita juga menjadi pengajar basic writing for media di School of Broadcast Media dan HND level course on non-fiction writing di Uni Sadhu Guna International College.

Di kelas ini kamu akan diajarkan bagaimana menulis artikel dan kemudian membedahnya sehingga menajamkan wawasan kamu. Selain itu, kamu juga akan diajarkan menulis profil, opini serta feature. Nggak ketinggalan, diajarkan juga penulisan review. Masih kurang? Di akhir kelas ini semua tulisan kamu akan disatukan jadi portofolio berupa mini magazine kamu sendiri lho!

Yuk ikutan kelasnya! setiap hari Sabtu pukul 09:00-12:00 ( 4x pertemuan)

Kelas ini ditujukan untuk kamu yang pernah mengikuti kursus Bahasa Inggris, minimal mempunyai kemampuan berbahasa Inggris setingkat intermediate.

Proses belajar mengajar akan menggunakan bahasa Indonesia.




Ayo segera daftar di:
02134220888/ 021 75902920
@_PloPoint
www.plotpointkreatif.com

Wednesday, May 29, 2013

[AkTa] Cerita Kelas Non Fiksi Angkatan 1





Mungkin banyak dari kalian yang masih bertanya-tanya apa itu Akademi Bercerita. Akademi Bercerita lahir dari kegelisahan akan minimnya cerita dan pencerita yang berkualitas dan punya lokalitas tinggi. Maka, PlotPoint dan Bentang Pustaka membuat Akademi Bercerita sebagai wadah berkumpulnya para penulis dan pencerita yang siap memberi warna baru.

Ada kelas fiksi yang terdiri dari cerpen dan novel, juga ada kelas non fiksi. Kelas-kelas ini PlotPoint dirikan secara gratis kepada siapapun yang punya kualitas dalam menuturkan cerita.

Belum lama ini, kelas AkTa, begitu biasanya Akademi Bercerita disingkat, sudah melahirkan beberapa alumni yang siap bersaing untuk menelurkan cerita. Beberapa waktu lalu PlotPoint mewawancarai keempat alumni Akademi Bercerita Non Fiksi; Armita, Aulia Rizki, Frida Nurulia, serta Rizki Ramadhan yang merupakan peserta AkTa pria satu-satunya di kelas ini.

Ketertarikan Aulia dan Frida awalnya hanyalah coba-coba semata. Karena pada awalnya mereka ingin mengikuti AkTa Fiksi, namun perihal deadline yang terlambat, akhirnya proposal non fiksipun dikirim. Tapi, sebelumnya mereka memang sudah punya ide non fiksi yang siap dibukukan. Ide-ide yang mereka miliki lebih kepada isu yang dapat memengaruhi pikiran orang lain, maka akan sangat cocok jika disampaikan dalam bentuk non fiksi.

Bicara mengenai pengalaman dalam kelas non fiksi, berbagai macam suka dan duka dialami oleh para peserta. Menjadi bagian dari keluarga Akademi Bercerita, mereka merasa senang karena bisa bertemu dengan banyak penulis seperti Gina S. Noer dan Ifan Ismail sebagai penulis skenario film Habibie & Ainun. Selain itu, di akhir pertemuan, peserta AkTa mendapatkan kesempatan untuk share ilmu bersama wartawan senior tempo, Yusi Avianto Pareanom.  

Tapi, ada pengalaman sekaligus perjuangan salah satu peserta yang patut sekali diapresiasi. Ia adalah Armita, ibu tiga anak yang berdomisili di Semarang. Mbak Mita rela terbang dengan penerbangan paling pagi demi mengikuti kelas AkTa di Cipete. Suatu kali pesawat yang ditumpangi mengalami delay sehingga ia tidak bisa hadir dan bergabung bersama peserta lain untuk memeroleh materi. “Meskipun banyak hambatan di depan mata, apa yang didapatkan di AkTa terlalu berharga untuk dilewatkan”, begitu petikan salah satu peserta.


Sesi terakhir di kelas Non Fiksi.
AkTa mendatangkan mas pengajar tamu mas Yusi Pareanom 

Suasana belajar di kelas yang dibatasi maksimal 10 orang menjadi nilai tambah. Karena dengan begitu, peserta bisa lebih fokus dalam menerima materi. Ditambah cara mengajar Hikmat Darmawan sebagai tentor yang amat menyenangkan membuat suasana kelas semakin akrab dan cair. 

Ia memberikan warna baru bagi tulisan non fiksi yang selama ini kaku menjadi sesuatu yang lebih kreatif dan enak dibaca. Bagaimana mengkreatifkan non fiksi, mengenalkan jurnalisme sastrawi, bagaimana menulis dengan jurus anti basi dan membuat buku kreatif adalah point penting dalam pelaksanaan kelas non fiksi ini. Mas Hikmat adalah tipe pengajar yang pencerita, pengajar yang bisa bikin peserta tetap fokus dengan apa yang dia bicarakan. 

Dia juga sering sharing tentang pengalamannya menulis, jadi terbayang kalo jadi penulis itu pahit manisnya gimana. Di kelas juga sering latihan nulis atau ngerjain kuis yang gak kalah serunya. Walaupun para peserta berasal dari latar belakang yang berbeda, tapi mereka juga sama-sama memberikan masukan yang berguna dalam mengembangkan outline buku.

Peserta mengaku bahwa langkahnya mengikuti Akademi Bercerita Jakarta amat membantu mewujudkan tujuannya membuat sebuah buku. Kelas AkTa non fiksi memberikan gambaran global untuk menyelesaikan sebuah buku. Juga tidak lupa diberikan pemahaman dan pembekalan tentang industri seperti yang akan dihadapi mendatang. Karena pesertanya hanya empat, masalah tiap-tiap peserta dalam penulisan bukunya dapat fokus dituntaskan.


Sekian cerita dari kelas Akademi Bercerita Non Fiksi. Sukses selalu untuk perjalanan para alumni AkTa, semoga Akademi Bercerita bisa menjadi bekal untuk masuk ke industri kreatif Indonesia.


Bagi teman-teman yang ingin mengikuti program AKademi Bercerita, jangan lewatkan kesempatan di Akademi Bercerita selanjutnya ya. Simak terus timeline dan blog PlotPoint untuk informasi mengenai pembukaan kelas baru.


Sampai ketemu :)


KELAS SKENARIO FILM BUKA PENDAFTARAN LAGI!!



Guys, apa sih pentingnya kekuatan cerita dalam sebuah media tutur bernama film?

Cerita adalah peristiwa naratif yang mengandung drama. Persinggungan, eksplorasi kreatif, beradunya estetika dan lainnya meramaikan dunia tutur kita. Film merupakan media tutur. Film digunakan sebagai medium bercerita. Karena, dari sini akan lahir tuntutan untuk memiliki sesuatu yang dirancang atau dituliskan, yaitu cerita, lewat sebuah medium lain bernama skenario.

Skenario sendiri adalah kisah yang diceritakan kembali dengan gambar. Gambar bergerak yang punya semangat visual di dalamnya. Skenario membutuhkan proses, dan terdapat unsur penting dalam pembuatannya.

Penasaran dan mau belajar lebih dalam mengenai skenario film?

Salman Aristo, penulis film-film box office seperti Ayat-ayat Cinta, Laskar Pelangi, Sang Pemimpi dan Garuda di Dadaku, akan berbagi ilmu penulisan skenario dan juga pengalamannya di industri, pada kamu yang punya waktu belajar secara Tatap Muka setiap Sabtu, pukul 10.00-16.00 sebanyak 8 kali pertemuan.


Yuk, dapetin ilmunya di kelas skenario film PlotPoint!



Hubungi kontak dibawah ini jika berminat, ya ;)

02134220888/ 021 75902920
@_PloPoint
www.plotpointkreatif.com

Monday, May 27, 2013

Kelas Menulis Non Fiksi Dibuka lagi!



Guys, Plotpoint buka kelas lagi nih! 




Menulis. Apa sih pentingnya menulis?

Kamu suka menulis artikel, atau ingin belajar membuat tulisan jurnalistik lainnya?

Untuk membuat tulisanmu menjadi menarik, tentu diperlukan keahlian menulis yang baik. 

Karangan jurnalistik, contohnya feature dan opini, mengharuskan penulisnya punya kepandaian untuk mengolah pemikirannya menjadi kata-kata yang enak dibaca.

Untuk kamu yang ingin tahu gimana caranya, serta mau mendapatkan trik dan tips agar bisa menulis nonfiksi dengan lebih baik, kelas Nonfiksi PlotPoint cocok untuk kamu!

Di kelas ini kamu akan bertemu Hagi Hagoromo, yang sudah malang melintang dalam dunia jurnalistik Indonesia sejak tahun 2000 dengan memulai karirnya di Tabloid Bintang Millenia. Setelah itu, karirnya berlanjut menjadi Editor in Chief Trax Magazine, majalah 442, majalah ALIF, dan beberapa majalah lainnya. Kini ia aktif menjadi dosen Jurnalistik online di salah satu perguruan tinggi di Jakarta.

Yuk, luangkan waktumu dan ikuti kelas penulisan NonFiksi! 

Ini jadwalnya ya. ;)

Setiap Hari Rabu, 
pukul 19:00 – 21:00 
sebanyak 8 kali pertemuan.

Kamu akan diajak untuk bersama-sama menajamkan pikiran dengan tulisan, dan membuatnya menarik untuk disampaikan.

Jadi, tunggu apa lagi? 
Ayo ikut kelas non fiksi PlotPoint di kantor kita! :D

Ini nih alamatnya:
Jl. Puri Mutiara II No. 7, Cipete, Jakarta Selatan.



Minat untuk daftar? Silakan kontak dibawah ini, ya. ;)

02134220888/ 021 75902920
@_PloPoint
www.plotpointkreatif.com

PALING BANYAK DIBACA

How To Make Comics oleh Hikmat Darmawan