Friday, July 13, 2012

Ngobrol bareng penulis: Bonni Rambatan


Kalau kamu hobi cosplay dan nonton video-video di youtube, pasti sudah gak asing lagi dengan COSPLAY: THE SERIES, serial youtube buatan sekelompok anak muda yang berdomisili di Malang dan Bandung yang berhasil mendatangkan ribuan penonton dari seluruh dunia dan menarik perhatian filmmaker dan cosplayer Internasional. Gak hanya berhenti di situ, dengan usaha sendiri mereka mengembangkan karyanya menjadi komik, game online, hingga menjadi serial youtube pertama di dunia yang diadaptasi ke dalam novel.

PlotPoint cukup beruntung bisa duduk dan ngobrol bareng kreator dan penulis Novel Cosplay The Series, Bonni Rambatan.  Simak yuk guys!

PlotPoint (P): Gimana sih awalnya kamu bikin serial Cosplay The Series
Bonni (B): Saya selalu tertarik untuk membuat web series, dan setelah melihat komunitas cosplay dan dinamika masing-masing individunya, saya jadi tergerak untuk membuat web series tentang dunia cosplay.

P: Kenapa memilih mengangkat Cosplay? Apa menariknya?
B: Dedikasi dan kreatifitas cosplayer  yang keren banget! Banyak banget hal yang dilalui cosplayer yang jarang diketahui para non-cosplayer. Mereka berani capek, kepanasan, dan ga nyaman demi memerankan karakter yang sedang mereka cosplaykan, dan selalu rajin berlatih dan menemukan teknik-teknik baru untuk membuat kostum dan melakukan performance mereka. Dan semua tetap dijalani walaupun banyak orang yang memandang aneh dan orangtua yang menentang. Semua permasalahan tadi bagi saya amat menarik untuk digarap sebagai sebuah cerita berseri.

P: Ide ceritanya sendiri dapet dari mana bon? bisa diceritain sedikit gak soal proses nulis skenarionya? 
B: Saya dapat banyak inspirasi dari para cosplayer itu sendiri, serta dari berbagai set dan sumberdaya yang tersedia. Karena semuanya indie, banyak scenario yang digubah justru dari set dan sumberdaya yang kami miliki agar memudahkan proses produksi.

P: Kamu kan berdomisili di Malang.. dan sebagian teman-teman yang ikutan CTS ini domisilinya di Bandung. Gimana tuh akhirnya bisa jadi juga nih projectnya? Dan pasti banyak banget kan kendalanya.. apa yang bikin lo dan teman-teman semangat buat nyelesaikan project ini?
B: Fans! Dukungan dari teman maupun orang-orang tak dikenal yang telah menikmati CTS merupakan faktor yang amat memotivasi kami.



P: Dari mana kalian mendapatkan dana untuk pengerjaan project ini?
B: Untuk dua season pertama kami, kami menggunakan dana sendiri, hingga meminjam orangtua dan makan mie instan berturut-turut demi selesainya proyek ini  :D Belakangan, kami akhirnya dilirik oleh label PT Nagaraja FMFE Nusantara yang merupakan label cabang langsung dari FMFE di Jepang, dan kami harap produksi berikutnya bisa lebih profesional dan keren!

P: Keren! Trus.. kenapa memilih media youtube?
B: Alasannya supaya bias  ditonton oleh sebanyak mungkin orang dari seluruh dunia kapan saja secara cuma-cuma J

P: Responnya dari pemirsa youtube gimana?
B: Amat banyak yang mendukung dan merespon secara positif. Benar-benar di luar dugaan, kami seneng banget! Responnya datang dari berbagai negara. Malah, yang dari Indonesia sendiri hanya  sekitar 60%, sisanya luar negeri. Para filmmaker, cosplayer, dan pengamat budaya dari dalam maupun luar negeri pun ikut memberikan komentar, seperti Matt  Feuerstein (filmmaker AS), NadiaSK (wakil WCS Italia), Diana S. Nugroho (Japan Foundation Jakarta), dst, bahkan ketika serialnya baru tayang satu-dua episode. Yang paling membuat saya tergerak adalah para fans yang mengatakan betapa cerita ini telah menyentuh dan menginspirasi mereka -- saya jadi makin tergerak untuk berkarya lebih baik.

P: Gimana ceritanya serial youtube CTS ini bisa diadaptasi jadi novel?
B: CTS ditemukan oleh Kak Ame dan Kak Gina dari PlotPoint, dan saya ditawari untuk membuat versi novelnya. Tentunya saya tertarik! :D



P: Apa beda novel dengan di serial youtubenya?
B: Di novel banyak terdapat adegan, penggalian karakter, dan monolog internal yang tidak mungkin ditunjukkan dalam serial YouTube-nya yang berdurasi hanya lima menitan.

P: Ceritain dong gimana proses adaptasi dari serial ke novel?
B: Seruuu! Menantang, karena formatnya cukup jauh berbeda, namun untungnya saya dibimbing para editor yang sabar dan keren. Kalo dari proses menulisnya sendiri buat saya yang paling seru itu rapat membahas perkembangan karakter dalam plot di kantor PlotPoint, dan menelaah berbagai referensi sastra dan film bersama-sama. Saya belajar banyak banget!

P: Apa yang mau lo sampaikan melalui novel ini?
B: Tema besar CTS adalah pencarian jati diri dan prinsip kebenaran di antara berbagai konflik pandangan hidup. Baik dalam situasi drama remaja maupun peperangan superhero yang akan terjadi dalam CTS, tekstur ini yang menjadi garis dasar saya dalam berkarya.

P: Setelah novel ini akan ada apa lagi nih Bon dari CTS? 
B: Rencanya sih kami ingin memperluas franchise CTS ini dan mengeluarkan berbagai produk merchandise dan PC games J Namun untuk saat ini kami belum bisa menjanjikan apa-apa perihal tanggal rilisnya.

P: Keren! Hehehe.. Ada pesan buat teman-teman di luar sana yang berniat bikin web series atau novel?
B: Know your purpose! Menurut saya yang paling penting dalam berkarya adalah mengenal diri kita sendiri dan apa yang ingin kita sampaikan pada dunia sebagai seorang penulis. Tujuan yang kuat dan jelas amat penting agar kita bisa terus semangat dan tidak bosan dalam berkarya.


Mau lihat seperti apa edisi pertama dari 9 seri novel Cosplay:The Series? Kamu bisa lihat previewnya di sini: http://issuu.com/plotpoint/docs/cosplay_the_series_issuu?mode=window&backgroundColor=%23222222

Kamu bisa kenalan lebih jauh dengan tim Cosplay: The Series di sini:
Website    : www.cosplaytheseries.com ,
Twitter     : @cosplayts 

No comments:

Post a Comment

PALING BANYAK DIBACA

How To Make Comics oleh Hikmat Darmawan