Sunday, January 27, 2013

Sejarah Buku Braille



Buku Braille adalah buku yang ditujukkan untuk tunanetra. Format cetakan buku ini  disebut cetakan “tactile”, yang berari dapat dibaca dengan menyentuh huruf timbul di kertas. Sistem awal buku Braille adalah membuat huruf Romawi timbul untuk membentuk kata dan kalimat di kertas.

Buku timbul pertama yang ditujukan untuk tuna netra diproduksi tahun 1786. Untuk menghasilkan buku dengan sistem ini, perubahan besar harus dilakukan dalam percetakan biasa. Walaupun huruf bisa dibuat timbul dengan menebalkan tinta, ada suatu hambatan besar yang harus diatasi. Untuk mencetak secara biasa, huruf dibentuk dan disusun secara terbalik. Namun untuk mencapai semua huruf bisa timbul, semua harus dicetak dua kali dari depan. Sistem ini tidak dapat digunakan seterusnya karena ukuran huruf harus sangat besar dan hanya bisa dicetak 1 halaman tiap sisi buku. Sehingga, buku kelewat besar dan menghabiskan banyak ruang penyimpanan.

Mesin cetak buku lama kelamaan berkembang seiring penemuan mesin uap yang dapat mempercepat proses cetak. Jumlah produksi buku lebih besar dalam waktu yang lebih singkat. The New England Institution for the Education of the Blind dibawah pimpinan Samuel Howe, mengembangkan mesin cetak sendiri tahun 1835 Dari sistem mesin cetak tersebut, mereka mulai menerbitkan beberapa karya terkenal sampai tahun 1842. Ada buku khusus bagi tuna netra untuk Perjanjian Baru, Alkitab dan sejarah dunia dari georafi dan tata bahasa. Alkitab tuna netra terdiri dari 8 volume dan bisa dibeli sebesar $20. Kertas yang digunakan sangat berat dan keras. Ketika Howe, pemilik institut tuna netra tersebut meninggal, istrinya menggalang dana untuk meneruskan rintisan percetakan buku tuna netra mereka. Perusahaan Howe tidak sendirian karena juga berdiri The American Printing House for the Blind in Louisville, Kentucky tahun 1858. Buku tuna netra pertama yang mereka rilis adalah “A Book of Fables and Stories for Children”

Louise Braille
Tokoh penting dalam literature Braille adalah Louise Braille, orang Perancis yang lahir 4 Januari 1809. Ia berubah buta di umur 3 tahun dan masuk sekolah tuna netra di Paris umur 10 tahun. Meskipun buku tuna netra sudah ada beberapa dekade belakangan, jumlah karyanya sangat terbatas. Masa di mana Loiuse Braille hidup, tentara Perancis menggunakan sistem 12 titik yang digunakan untuk berkomunikasi ketika perang malam hari. Sistem ini memungkinkan kita dapat membaca tanpa menggunakan cahaya, sehingga pihak lawan akan terkecoh.

Braille mengadopsi sistem 12 titik ini yang ia sederhanakan menjadi 6 titik saja pada tahun 1824, ketika ia berusia 15 tahun. Mulai dari sini lah muncul istilah huruf Braille sebagai huruf penyandang cacat tunanetra. Enam titik timbul ini dikembangkan membentuk pola dan kode dengan 63 kemungkinan kombinasi. Masing-masing mewakili kombinasi huruf tertentu dari alfabet, angka atau tanda baca

Dalam sistem Braille Bahasa Inggris, terdapat 189 kontraksi dan kata-kata pendek. Ternyata, Braille awalnya tidak mempublikasikan sistem ini sampai tahun 1829 karena guru lain di School for Blind Youth enggan menggunakannya. Sistem 6 titik Braille baru dipatenkan setelah Braille meninggal sebagai sarana tunanetra dalam membaca.


Seiring perkembangan teknologi, buku Braille juga berkembang menjadi lebih baik. Awal 1900 di Amerika, ada perbaikan dalam metode yang menghasilkan buku dengan sistem poin, sistem subsitusi dari titik Braille ini. Majalah Matilda Ziegler adalah media pertama di Amerika yang berhasil mencetak Braille dengan kedua sisi halaman. Tahun 1932, standar Braille Bahasa Inggris dibuat saat konferensi di London dan digunakan hingga sekarang. The American Printing House for the Blind bekerjasama dengan IBM untuk mencetak Braille menggunakan komputer, menggantikan alat sebelumnya yakni yang berupa plat cetak. Tahun 1964 sistem Braille komputer sudah dapat digunakan dengan adanya chip yang menerjemahkan ke dalam bahasa Braille.

2 comments:

PALING BANYAK DIBACA

How To Make Comics oleh Hikmat Darmawan