Monday, March 25, 2013

Sejarah Kamus Besar Bahasa Indonesia



Pasti pada nggak asing dong sama yang namanya KBBI alias Kamus Besar
Bahasa Indonesia? Apakah kalian punya KBBI dan sering menggunakannya?


Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kamus resmi bahasa Indonesia yang disusun oleh Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa dan diterbitkan oleh Balai Pustaka. KBBI menjadi
acuan tertinggi bahasa Indonesia yang baku karena kamus ini merupakan kamus bahasa
Indonesia terlengkap dan yang paling akurat.

KBBI terbit pertama kali tahun 1988 dan mengalami tiga kali revisi karena merupakan pengembangan Kamus Bahasa Indonesia tahun 1983 yang memuat 62.100 lema. Lema adalah kata masukan dalam kamus yang meliputi keterangan ringkas seperti kelas katanya, etimologinya dan lafalnya. KBBI edisi kedua adalah revisi pertama KBBI dan memuat 72.000 lema yang mana terbit pada tahun 1991.

KBBI edisi ketiga terbit tahun 2005 dan memuat 78.000 lema. Menurut Dr. Dendy Sugono, Kepala Pusat Bahasa, KBBI edisi ketiga masih terasa banyak sekali kosakata
yang belum masuk. Untuk penggunaan kamus bidang ilmu tertentu, Pusat Bahasa
juga mengeluarkan kamus Istilah, misalnya Kamus Kedokteran, Kamus Hukum, dll.

KBBI Edisi Keempat
KBBI edisi terakhir adalah edisi keempat yg terbit 2008, memuat lebih dr 90.000 lema.
KBBI ini diperkaya kosa kata yang berasal dari kamus istilah dan disusun berdasarkan
paradigma. Pada tahun 2008, Pusat Bahasa menyediakan KBBI edisi III dlm format
daring (situs). Tujuannya agar KBBI ini mudah digunakan dimanapun dan kapanpun di
seluruh dunia.

Bicara seputar KBBI pasti tak lepas dengan Pusat Bahasa, lembaga penyusun kamus ini. Pusat Bahasa didirikan oleh pemerintah RI tahun 1947 dan bertugas
menangani pengelolaan bahasa dan sastra di Indonesia. Selama Pusat Bahasa beridri,
badan ini telah enam kali berganti nama. Awalnya menggunakan nama belanda
Instituut voor Taal en Cultuur Onderzoek”. Nama ini dirasa kontradiktif dengan
nasionasionalisme visi misi lembaga ini.

Urutan perubahan nama KBBI adalah Lembaga Bahasa dan Budaya (1952), kemudian berganti Lembaga Bahasa dan Kesusasteraan (1959), Direktorat Bahasa dan Kesusasteraan (1966), Lembaga Bahasa Nasional (1969), Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa (1975), sampai kembali lagi ke Pusat Bahasa (2000).

Kabar terakhir adalah KBBI edisi kelima akan dirilis tahun 2013 dengan perkiraan penambahan kata berjumlah sekitar 2.000 kata. Tiap edisi yang selalu ada penambahan lema baru, tidak salah menjadi kabar gembira bagi pengguna Bahasa Indonesia yang hampir mendekati angka 300 juta orang di seluruh dunia.

1 comment:

PALING BANYAK DIBACA

How To Make Comics oleh Hikmat Darmawan