Showing posts with label #RaBuku. Show all posts
Showing posts with label #RaBuku. Show all posts

Thursday, September 26, 2013

#RaBuku Sejarah Perpustakaan Keliling

Guys, suka pergi ke perpustakaan kan?

Nah, tahu nggak kalian ternyata ada lho yang namanya perpustakaan keliling. Yuk baca selengkapnya disini! :)


Perpustakaan keliling adalah bagian perpustakaan umum yang mendatangi pemakai dengan menggunakan kendaraan. 

Ide untuk membuat perputakaan keliling pertama kali muncul di Inggris, yaitu pada tahun 1859. Mechanics Institution di Warrington Inggris, yang bertujuan memperkenalkan pelayanan perpustakaan secara berkeliling dengan ruang lingkup yang terbatas dalam lingkungan perguruan tinggi tersebut. Kendaraan yang digunakan ialah sejenis kereta kuda. 

Awal abad ke 20, di Glasgow, diselenggarakan pelayanan serupa tetapi ditujukan untuk masyarakat umum. Pelayanan yang dimulai pada tahun 1904 itu mempelopori timbulnya sejumlah perpustakaan keliling yang tersebar di seluruh Inggris. Seperti misalnya Warrington Library (tahun 1974) dalam periode kerja Manchester Library yang sejak tahun 1931 menyelenggarakan. Pada tahun 1962 sudah terdapat 327 buah perpustakaan keliling yang tersebar di berbagai daerah di Inggris. 

Di Amerika, perpustakaan keliling timbul pertama kali atas ide dari Mary Titcomb, seorang pustakawan dari Washington Country Free Library. Pada tahun 1905 ia menugaskan Joshua Thomas, seorang pesuruh sekali seminggu dan menggunakan kereta kuda, pelayanan semacam dengan menggunakan kendaraan bis Hagerstown, Maryland, perpustakaan untuk berkeliling melayani penduduk secara langsung ke daerah pedesaan, memuat 250 buah buku. Kendaraan yang digunakan ialah sebuah kereta kuda yang dapat Dengan menggunakan kendaraan tersebut Joshua Thomas mengelilingi Plainfield Public Library di Plainfield, Indiana tahun 1916 dengan menggunakan sebuah mobil Ford berkapitas ± 400 buku; Perkembangan perpustakaan keliling selain menjalar di Amerika, juga menjalar di negara-negara lain di seluruh dunia, seperti Kanada (1930), Jepang (1940), India (1953), Pakistan (1957), Singapore (1959), Irak (1961), Malaysia (1962), dan Indonesia (1974). propinsi Washington yang berpendudukan ± 49.617 orang, Nigeria (1958), Belgia (1959), Kemajuan perpustakaan keliling bukan hanya ditandai dengan makin bertambahnya negara yang menyelenggarakan pelayanan itu, tetapi juga ditandai dengan berkembangnya jenis kendaraan. 

Di Norwegia, sebagian besar perpustakaan keliling menggunakan perahu bermotor. Sedangkan di Perancis, selain dengan mobil terdapat pula perpustakaan keliling dengan menggunakan kereta api. pelayanan tersebut.


Nah, di Indonesia juga ada lho perpustakaan keliling. 
Ini nih guys beberapa foto perpustakaan keliling yang ada di Indonesia: 


Perpustakaan keliling Taman Bacaan Mahanani



Perpustakaan keliling di Poso



Salah satu perpustakaan keliling di Bandung




Ayo tularkan semangat membaca! :)




Sumber :

http://medfo.net46.net/perpustakaan%20keliling.pdf
http://www.bimba-aiueo.com/menengok-perpustakaan-keliling-di-berbagainegara/

Wednesday, August 28, 2013

#RaBuku Ayo rawat buku kamu dengan baik!

Guys, 

suka kesulitan nggak untuk merawat buku-buku kalian? :D


Merawat buku bukanlah hal yang sulit, namun seringkali orang malas  atau tidak tahu cara merawatnya, padahal buku yang dibelinya itu tidak murah lho!

Kali ini Plotpoint akan memberikan kamu tips cara merawat buku. Yuk disimak! :D


1. Disampul.
Dengan menyampul buku, buku kita jadi terlihat bersih walaupun sudah lama. Sebelum menyampul buku carilah plastik yang agak tebal dan tidak lengket untuk sampul buku kamu. Usahakan pakai plastik bening agar cover bukunya terlihat. Yang perlu diperhatikan adalah pada saat menyampul buku jangan terlalu ketat, karena nanti bisa membuat bagian cover buku terlipat jika sering dibuka.


2. Jangan Dilipat. 
Melipat buku bisa merusak kertas, Gunakan pembatas buku jika kamu ingin menandai buku. Yang paling fatal jika kita menandai buku dengan benda tebal seperti pulpen atau lainnya karena bisa merusak jilid.


3. Disusun berdiri, bukan ditumpuk. 



Simpan buku dengan cara disusun berdiri. Jangan pernah dengan cara menumpuk karena bisa merusak jilid buku dan covernya. 
Gunakan pembatas rak agar buku yang kita susun berdiri tegak.


4. Dibersihkan. 
Buku kalau kelamaan disimpan dan dipajang pasti berdebu, biar nggak berdebu ya harus dibersihkan. Membersihkan buku gampang kok, Bisa dengan kemoceng, lap, lap basah juga boleh untuk buku yang bercover plastik (umumnya hardcover).


5. Jangan ditekuk & dilipat. 
Ini kesalahan yang sering terjadi, umumnya ketika orang membaca buku jari telunjuk suka membentuk lekukan pada buku, ini menyebabkan buku menjadi cacat karena tekukan tersebut.


6. Jangan dicorat-coret. 
Untuk buku cetakan usahakan untuk tidak dicorat-coret entah itu pakai pulpen ataupun pensil karena dengan pensil pun ketika dihapus kertas menjadi lebih tipis. Gunakan sticky notes seperti post it atau merek lainnya karena ketika catatan tersebut dilepas, perekat pada catatan kertas tersebut nggak meninggalkan sisa di buku kita.
Post-it!

7. Diberi Kapur Barus (kamper). 


Kapur Barus 
Bahan baku kertas berasal dari kayu yang dijadikan bubur kemudian dicetak menjadi lembaran-lembaran tipis. Umumnya buku-buku baru tidak dirayapi karena beberapa sudah diberi zat-zat kimia untuk bahan baku daur ulang kertas. Juga material plastik dalam pembuatan kertas licin. Namun untuk buku-buku yang masih menggunakan kertas asli umumnya masih bisa dirusak rayap. Maka dari itu rak buku boleh ditaburi kapus barus yang dihancurkan atau bubuk cengkeh agar buku kita terjaga dari rayap.


8. Lakukan rotasi posisi buku setiap dua pekan sekali.
Jika memungkinkan, keluarkanlah buku-buku dari lemari dan letakan selama sehari di luar lemari. Bisa di atas meja atau di ruang terbuka yang tidak lembab.

9. Cahaya Yang Cukup
Tak ada salahnya memberi lampu khusus dalam lemari buku hingga buku mendapat cahaya yang cukup. Sinar lampu menghambat ngengat masuk ke sela-sela buku. 

10. Mudah Dijangkau
Usahakan letak buku tidak berdekatan dengan lantai. Artinya tempat buku jangan di bagian paling bawah lemari. Pilihlah tempat yang memungkinkan buku enak dilihat dan mudah dijangkau. Pilihan bisa di bagian tengah atau atas.



Ayo rawat buku kamu dengan baik! :D




                        

Wednesday, July 10, 2013

#Rabuku 4 Buku yang Bikin Kamu Punya Alasan Untuk Segera ke Pantai

Pantai, menyimpan kisah dalam deburan ombaknya. These books are perfect for you, especially for marine lovers ;)

1. The Old Man And The Sea



The Old man And The Sea adalah karya Ernest Hemingway yang ditulis di Kuba pada tahun 1951 dan terbit tahun 1952 - karya fiksi besar yang terakhir dalam tenggat hidupnya.
Pada tahun 1954, buku ini mendapat panghargaan Nobel Sastra :D
Karakter utama cerita ini yang seorang nelayan lelaki tua bernama Santiago yang bersusah payah berjuang untuk menangkap seekor ikan marlin raksasa jauh di tengah arus Teluk Meksiko. cerita ini juga bersetting di Kuba. 
Pada hari ke-85, ia berangkat lagi dengan penuh keyakinan bahwa hari ini bisa jadi hari keberuntungannya dan akhirnya dia tidak akan pulang dari laut dengan tangan kosong.
Karena kesepian selama berburu, Santiago menghabiskan waktu dengan berbicara pada diri sendiri. Disaat-saat kritis, ia teringat dengan anak muda lelaki yang biasanya menemani dan membantunya. Walaupun tubuh tuanya kesakitan selama terapung di tengah lautan, ia tetap tidak menyerah.

Novel ini ditulis dengan sangat detail oleh penulisnya - mampu membuat pembaca membayangkan bagaimana rasanya menjadi seorang nelayan. Sayang, alurnya bergerak lamban. 


2. If You Want To See A Whale



Seorang anak laki-laki dan anjingnya bertekad bulat untuk melihat paus. Mereka terus menunggu sambil berusaha untuk tidak terganggu dengan hal-hal di sekitar mereka dan tetap sabar, seperti penggalan di buku: "If you want to see a whale, you will need to know what not to look at. Pink roses, pelicans, possible pirates ... If you want to see a whale, you have to keep your eyes on the sea, and wait ... and wait, .. and wait.."
This is a story that we can totally relate to :)

3. Gadis Pantai



Gadis Pantai menceritakan tentang seorang gadis 14 tahun yang awalnya adalah seorang anak nelayan yang terbiasa hidup keras sebagai nelayan. Awalnya, Gadis Pantai digambarkan sebagai gadis ceria - kulitnya kecoklatan, kulitnya lembut bagai disetrika, matanya yang setengah sipit memancarkan cahaya meminta kasih - membuat seorang bupati bernama Bendoro Blora memilihnya untuk menjadi seorang Mas Nganten (selir). 
Dengan harapan Gadis Pantai bisa hidup enak nantinya, ia dipaksa orangtuanya untuk menerima ajakan Bendoro Blora - ternyata, gadis Pantai bukan Mas Nganten pertama di rumah Bendoro Blora yang sebelumnya telah diceraikan dan diusir tanpa diperbolehkan membawa pergi anaknya. 
Buku ini sarat dengan pergolakan emosi yang dialami Gadis Pantai - mulai dari rengekannya agar dipulangkan ke orangtuanya, hingga ketakutannya jika ia bernasib sama seperti selir-selir sebelumnya. Melalui buku ini, Pramoedya Ananta Toer kembali menyentil pembaca.
Roman yang menggugah emosi. (Sangat) layak baca!


Gadis Pantai bahkan sudah diterjemahkan ke bahasa inggris!
P.s: Pramoedya Ananta Toer menerima penghargaan khusus dari The Norwegian Authors Union atas sumbangsih dan dedikasinya mempromosikan kebebasan bereskpresi dan toleransi sesama manusia melalui karya-karyanya (seperti yang dikutip oleh detiknews).

4. Flotsam



Dari sekedar iseng mengumpulkan flotsam - barang-barang yang tersapu ke pantai setelah mengapung di laut, anak itu menemukan kerang berkamera lengkap dengan rol film terpakai. Penasaran, ia mencuci rol film itu dan menemukan keajaiban dan rahasia di bawah laut.

Keistimewaan buku ini ada pada cara menceritakannya - bukan dengan tulisan, melainkan dengan gambar-gambar imajinatif yang terkesan nyata. 

Salah satu ilustrasinya
And the best part is, David Weisner membuat pembacanya percaya bahwa hal-hal ordinary disekitar kita, mungkin saja menyimpan sesuatu yang unordinary. We just need to find it. Nggak percaya? Baca dulu bukunya :p.

Siap-siap memenuhi liburanmu dengan cerita-cerita pantai!

Monday, May 27, 2013

[Referensi] Sejarah Buku


Guys, suka baca buku kan?

Tahu nggak gimana sejarah buku?

Kalau belum tahu baca selengkapnya disini yah!


the-marketeers.com


Buku pada awalnya hanya berupa tanah liat yang dibakar, mirip dengan proses pembuatan batu bata di masa kini. Buku tersebut digunakan oleh penduduk yang mendiami pinggir Sungai Euphrates di Asia Kecil sekitar tahun 2000 SM. Penduduk sungai Nil, memanfaatkan batang papirus yang banyak tumbuh di pesisir Laut Tengah dan di sisi sungai Nil untuk membuat buku Gulungan batang papirus tersebut yang melatarbelakangi adanya gagasan kertas gulungan seperti yang kita kenal sekarang ini. 

Orang Romawi juga menggunakan model gulungan dengan kulit domba. Model dengan kulit domba ini disebut parchment(perkamen). Bentuk buku berupa gulungan ini masih dipakai hingga sekitar tahun 300 Masehi. Kemudian bentuk buku berubah menjadi lenbar-lembar yang disatukan dengan sistem jahit yg disebut codex. Codex merupakan cikal bakal lahirnya buku modern seperti sekarang ini.

Papirus (www.earlham.edu) 




Perkamen (diajengdian.wordpress.com) 



Di cina, Pada tahun 105 Masehi, Ts’ai Lun telah menciptakan kertas dari bahan serat yang disebut hennep. Serat ini ditumbuk, kemudian dicampur dan diaduk dengan air hingga menjadi bubur. Lalu dicetak dan dijemur. Setelah mengering, bubur berubah menjadi kertas. Pada tahun 751, pembuatan kertas tersebut telah menyebar hingga ke Samarkand, Asia tengah. Beberapa pembuat kertas bangsa Cina diambil sebagai tawanan oleh bangsa Arab. Bangsa Arab, setelah kembali ke negerinya, memperkenalkan kerajinan pembuatan kertas ini kepada bangsa Morris di Spanyol tahun 1150, dari Spanyol, kerajinan ini menyebar ke Eropa.

Pabrik kertas pertama di Eropa dibangun di Perancis, tahun 1189, lalu di Fabriano, Italia tahun 1276 dan di Jerman tahun 1391. Dari sejarah pembuatan kertas tersebut lah, maka pembuatan buku di beberapa belahan dunia semakin berkembang. Dengan perkembangan zaman dan teknologi, hingga akhirnya, kita menjumpai buku-buku yang seperti sekarang kita gunakan. Bahkan saat ini, sudah marak buku dalam bentuk digital atau elektronik yang biasa disebut e-book.


Sekian guys mengenai sejarah buku. Semoga informasi ini bermanfaat yah! :)



Sumber          : Sulistyo-Basuki. Pengantar Ilmu Perpustakaan. Jakarta: Gramedia, 1991.

PALING BANYAK DIBACA

How To Make Comics oleh Hikmat Darmawan