Showing posts with label #KamisKomik. Show all posts
Showing posts with label #KamisKomik. Show all posts

Wednesday, May 29, 2013

Wiro Sableng

Guys, siapa sih yang tidak kenal dengan tokoh Wiro Sableng? 

Wiro Sableng  adalah tokoh rekaan dari penulis cerita silat Indonesia (alm) Bastian Tito. 


teamjabal.wordpress.com


Yang belum tahu, ada nih sedikit info mengenai Wiro Sableng yang kami dapat dari salah satu penggemar Wiro Sableng @WiroPendekar212

Pendekar 212 merupakan nama lain dari Wiro Sableng, salah satu tokoh fiksi yg terkenal di Indonesia. Wiro Sableng terlahir dengan nama Wiras Saksana yang sejak bayi diasuh oleh gurunya Sinto Gendeng. Wiro Sableng adalah seorang pendekar dengan senjata Kapak Maut Naga Geni 212 dan memiliki rajah ‘212’ di dadanya. 

Wiro Sableng memiliki banyak kesaktian yang diperoleh selama petualangan di dunia persilatan. Terasa sekali perubahan karakter Wiro Sableng seiring berjalannya waktu. Wiro Sableng perlahan-lahan mengurangi kesablengannya dan berubah menjadi lebih bijaksana.

Senjata utama Wiro Sableng adalah sebuah kapak besar bermata dua dengan gagang berupa suling dan ujung gagang berbentuk kepala naga. Di masing-masing mata kapak terukir angka 212. Kapak ini teruat dari logam dan gading. Mulut ukiran naga dapat menembakkan jarum-jarum beracun dengan cara menekan tombol rahasi pada kapak. Senjata Wiro Sableng yang lain adalah batu hitam 212. 

Batu hitam seukuran telapak tangan orang dewasa, berukir angka 212. Jika batu hitam ini diadu dengan mata kapak maut naga geni 212 dapat memercikkan semburan api yang sangat panas. Wiro Sableng juga memiliki senjata rahasia berbentuk bintang dengan ukuran angka 212. Bintang 212 ini digunakan dengan cara dilemparkan. Beberapa kesaktian Wiro Sableng adalah pukulan harimau dewa, pukulan sinar matahari, pukulan angin es, ilmu silat orang gila, dan masih banyak lagi. 

Serial Wiro Sableng berhasil mencapai 2 kali orbit, tahun 1989 dan 1994. Serial-serial Wiro Sableng antara lain Badai di Parang Tritis, Wasiat Iblis, Kembali ke Tanah Jawa, Senandung Kematian, dan masih banyak lagi. Serial Wiro Sableng ini telah diadaptasi sebagai sinetron dan  film.







Wednesday, March 27, 2013

KOMIK SAINS


Komik Sains yang menerangkan kerja parasit, organisme pengurai

Apa sih peran sains dalam kehidupan? Apakah kamu mendapat kesulitan belajar sains di sekolah? Nah jangan salah, di dunia komik pun ada fenomena munculnya komik sains. Wah, apa ya komik sains itu? Sekarang ini banyak komik berlabel komik sains, komik ini bisa dibilang sukses di pasaran. Mengapa? Pembelinya kebanyakan adalah orangtua yang percaya bahwa komik ini akan bikin anak mereka menyukai sains.

Namun, apakah komik sains ini berhasil bikin anak suka sains? Berikut adalah artikel yang merupakan hasil sharing dari komikus Oyasujiwo Poetranto (@oyasujiwo).

Ternyata ada beberapa kemungkinan. Pertama, orangtua membeli komik tersebut, tetapi si anak tidak membaca, dan lebih memilih bermain game. Kedua, anak yang membaca tetapi clueless. Selanjutnya, anak membaca dan paham. Pertama, Mengapa anak tidak membaca? Ini adalah faktor orangtua. Bukan karena anak tidak suka membaca. Anak suka membaca, asal menarik minatnya. Jika anak tertarik sesuatu dari film, game, atau mainan, begitu ada bukunya ia pasti penasaran dan membaca. Jadi, supaya anak menggandrungi bacaan, carilah hubungan dengan yang ia sukai. Bila tak ada hubungan langsung, cari hubungan tak langsungnya. Misalnya belajar sejarah, mulai dari dinosaurus, ke mitologi, ke ksatria & kastil, setelah itu bisa menghubungkannya kemana-mana.

Kedua, anak membaca tapi clueless. Ini faktor komiknya. Banyak komik yang hanya memindahkan isi dari buku pelajaran ke komik. Komik sains bukanlah komik gambar orang yang membicarakan isi buku pelajaran dan ditambah gambar seperti yang ada di buku. Komik sains perlu memberikan peta (paham ruang), proses (paham waktu), dan perbandingan (paham hubungan). Paham ruang, waktu, dan hubungan menyebabkan anak tau di mana, kapan, dan dalam situasi apa ilmu itu berguna buat dirinya. Jika kita berkata bintang itu besar, jejerkan gambarnya dengan matahari, bumi, dan seterusnya. Berapa jauh? Bandingkan dengg berapa kali jarak ke sekolah? Prinsip tahu, mau, bisa, biasa juga perlu diterapkan. Artinya setelah membaca komik sains, seterusnya ia menjadi ingin apa lalu membuat apa. Ketiga, anak yang membaca dan paham, pasti langsung mencari orangtuanya dan berkata “Ma, Pa, besok aku mau bikin ini, bikin itu..”.

Contoh Komik Sains


Yuk, kita coba bikin komik sains. Silakan pilih satu topik pelajaran apa saja dan kelas berapa saja. Jangan berpikir bahwa komik sains itu hanya membuat adegan anak bertanya mengapa begini? Lalu dijawab dengan penjelasan. So boring! Apalagi gambarnya orang berbicara dari panel ke panel dan disisipi gambar serupa dari buku pelajaran. Bukan! Lihat pengantarnya, biasanya ada tujuan pembelajaran supaya siswa tahu apa dan bisa apa. Sekarang dibalik, jika tidak belajar jadi tidak tahu apa dan tidak bisa apa. Jadikan itu masalahnya. Pindahkan tokoh ke situasi baru dan asing baginya, bisa tempat asing sama sekali atau tempat sama, tetapi situasi mendadak berbeda. Buatlah seolah si tokoh bisa berbuat apa-apa dan membuka kemungkinan kalau situasi gawat akan terjadi. Beri ‘bom waktu’ cerita, yaitu batas waktu untuk tokoh bahwa ia harus segera tahu dan bisa. Jika tidak tepat waktunya, kegawatan tersebut benar terjadi.


Gunakan jurus strike one, strike two, strike three. Biarkan tokoh menyelesaikan dalam tiga langkah. Pertama, ia harus mencari tahu ilmunya. Biarkan tokoh mencari minimal dua petunjuk, atau menemui 2 orang, dan seterusnya. Sekarang tokoh sudah tahu ilmunya (science), sekarang ia harus mencari tahu bagaimana cara menggunakannya. Biarkan tokoh mengalami trial & error dulu, sehingga pembaca merasakan prosesnya setahap demi setahap (knowledge). Sekarang ia sudah tahu caranya, tetapi ternyata butuh alat yang tepat, (technology/tools) agar hasilnya tepat seperti yang dimaksud. Tanpanya, hasilnya berbeda. Ternyata alat yang tepat tersebut tidak ada atau sulit didapat. Ini waktunya memberi situasi jalan buntu, ilmunya sudah, caranya sudah, tetapi ternyata buntu. Di sini waktunya mengulas, apa saja yang sudah dipelajarinya, beri kesempatan ia mengulang dan menghubungkan kembali antara ilmu, cara & alat. Ditemukan, tokoh paham, lalu bisa menemukan alat pengganti. Nah, karena dia sudah paham benar hubungannya, kemudian ia berhasil memecahkan masalah pada detik-detik terakhir. Everybody happy. Dengan penyampaian seperti ini, dijamin akan melekat di kepala pembaca dan pembaca akan terdorong juga untuk mencobanya.


contoh Komim Sains yang simpel :D



Komik yang Mendidik



Komik bisa mendidik? Ternyata bisa! Dalam artikel ini, PlotPoint ingin berbagi mengenai komik dan caranya mendidik yang merupakan hasil bincang #KamisKomik bersama komikus Oyasujiwo Poetranto (@oyasujiwo). Menurutnya, komik itu mendidik karena disadari atau tidak oleh pembuatnya, setiap komik sebenarnya sedang mengirimkan pesan. Komik pada dasarnya adalah media. Seperti media lainnya, komik adalah kendaraan untuk mengirimkan pesan. Komik yang dibuat dengan serius, dimaksudkan untuk menyampaikan pesan tertentu agar pembaca jadi tahu, mau, bisa, dan biasa melakukan sesuatu.


Ada komikus yang memang ingin mendidik orang lewat komik, dan mendidik orang untuk ngomik. Komiknya berarti ‘komik pendidikan’. Pendidikan di sini tidak selalu berarti pelajaran sekolah, agama atau moralitas, dan nilai-nilai adiluhung. Ketika sebuah komik mengubah seseorang dari satu kondisi ke kondisi lain, maka komik tersebut sedang mendidik pembacanya. Ukurannya adalah: pertama, setelah membaca komik tersebut, orang menjadi tahu apa. Kedua, setelah membaca komik, pembaca merasa apa dan jadi mau apa. Di titik ini komikus perlu menyentuh emosi pembacanya. Komik yang bisa mengubah adalah komik yang bisa menggugah. Di sinilah komikus perlu ngomik dengan sepenuh hati. Apa isi hati komikus akan menulari pembacanya. Jika komikusnya galau sepenuh hati, dia menularkan kegalauannya, begitupula sebaliknya. Akhirnya bergantung kepada gaya hidup komikusnya juga , apa yang digunakan, apa kebiasaannya juga akan berpengaruh ke hatinya.


Ketiga, setelah membaca komik, pembacanya jadi bisa apa. Apa yg akan dilakukannya besok? Apakah pembaca melakukan hal baru? Dari tidak pernah melakukan satu hal, menjadi melakukan satu hal baru yang tidak ia lakukan sebelumnya, dari tidak bisa rapi menjadi bisa rapi. Dengan begitu komikus sedang mendidik pembacanya. Keempat, setelah baca komik, pembacanya jadi terbiasa apa? Untuk menjadi kebiasaan butuh konsistensi. Komik yang keluar satu dua kali, tidak bisa membentuk kebiasaan, harus terus-menerus secara berkala. Sebuah hal baru yang dilakukan selama dua minggu baru bisa disebut kebiasaan. Pertahankan sebuah kebiasaan selama 14 hari, otak akan menerimanya sebagai hal penting yang harus dilakukan terus menerus. Selanjutnya, otak akan mengingatkan terus, jika tidak dilakukan malah tidak enak. Dari kebiasaan, menjadi karakter, dan kemudian menjadi akhlak. 

Tuesday, February 19, 2013

...Komik Curhat?




komik curhat

Apa sih komik curhat?


Komik curhat itu maksudnya membuat gambar dan tulisan yang menceritakan pengalaman sehari-sehari atau pribadi. "Komik Curhat" ini menjadi agenda dari Komunitas Rumah Tanpa Jendela (@komunitas_RTJ) yang pernah mengajak anak napi 'curhat' melalui komik lho! Lihat artikel "Komik Anak-Anak Penjara" http://plotpointkreatif.blogspot.com/2013/02/komik-anak-anak-penjara.html

Program Komik Curhat digarap dengan serius. Proses pembuatan komik curhat yang difasilitasi oleh Komunitas Rumah Tanpa Jendela biasanya berbentuk kelas dengan jumlah peserta tentatif. Biasanya, kelas komik curhat diisi 30 anak dibagi dalam 5 kelompok diskusi. Fungsi kelompok diskusi adalah untuk menentukan tema apa yang akan dicurhatkan. Tema bisa seputar masalah yang sehari-hari dihadapi, baik di rumah, sekolah, atau lingkungan.

Untuk anak lapas, tema menjadi lebih menarik karena dikaitkan dengan kondisi yang dirasakan mereka. Contoh sederhananya, aktivitas malam dan siang yang  berbeda. Saat malam, napi tersekat di sel yg sempit, diisi sampai 8 orang. Saat siang, mereka bebas di luar sel, meski masih dalam tembok penjara. Pasti ada perbedaan aktivitas yang mencolok dengan membayangkan keadaan tersebut.

Selain tema umum yang berhubungan dengan lingkungan, ada tema yang lebih pribadi. Misalnya yang terkait dengan perasaan, marah, sedih, kecewa, takut, dan senang. Setelah penentuan tema selesai, pembuatan komik berlanjut ke teknik menggambar. Sebisa mungkin teknik dikesampingkan, jangan sampai tidak jadi curhat lewat komik gara-gara ketakutan dengan teknik. Teknik menggambar dibuat semudah mungkin. Diawali dengan menggambar bentuk dasar, lingkaran, kotak, segi empat, segi tiga, dll.

Peserta dibimbing untuk menggambar dengan memakai pendekatan ke sebuah wujud benda. Untuk menggambar muka, mereka menyusun lingkaran besar kecil; yang besar adalah wajah, dan lingkaran kecil adalah mata, hidung dan mulut. Saat menggambar tubuh, mereka dihimbau untuk membayangkan sendok. Gagangnya adalah tubuh, lingkarannya menjadi kepala. Intinya teknik menggambar dibuat semudah mungkin, yang penting pesan yang ingin dicurhatkan tersampaikan. Anggap saja kalau menulis panjang susah, ditambah dengan gambar atau dibalik. Lalu, menggambar detail susah, ditambah penjelasan tulisan. Jadilah komik curhat.





Add caption
“Jangan Sampai Masuk Bui”

Salah satu program Komik Curhat di Komunitas Rumah Tanpa Jendela selain pendampingan di lapas anak adalah pencegahan. Pendampingan di sini berarti mendampingi napi anak agar tetap mendapatkan haknya sebagai anak (hak yang sudah tercatat dalam di dalam Konvensi Hak Anak). Kemudian ada kegiatan pencegahan yang bertujuan agar remaja atau anak-anak tahu hal-hal apa yang bisa menyebabkan masuk bui atau penjara dan sebisa mungkin menghindarinya. Kegiatan pencegahan dilakukan di komunitas dan sekolah-sekolah. Nama program pencegahan tersebut adalah workshop Komik Curhat “Jangan Sampai Masuk Bui”.


Dalam kegiatan ini, Komunitas Rumah Tanpa Jendela berkeliling ke sekolah-sekolah dan komunitas remaja. Dalam kegiatannya, remaja diajak untuk mendata aktivitas apa saja yang kelihatannya sepele, tetapi berpotensi menjerumuskan. Misalnya, aktivitas gaul sehari-hari di tempat tongkrongan yang bisa menyebabkan mereka untuk merokok, minum-minuman keras, menyalahgunaan obat, dan seks bebas. Dalam aktivitas  pencegahan, ada fasilitator yang akan berbagi cerita mengenai tidak enaknya masuk penjara. Relawan ini biasanya diambil dari kawan-kawan yang pernah masuk penjara anak pria Tangerang yang kemudian bergabung di komunitas Rumah Tanpa Jendela.


Relawan menceritakan kasus yang pernah menimpanya, misal merasakan masuk penjara diakibatkan karena merokok selinting ganja. Atau, masuk penjara karena pacaran yang kebablasan. Hubungan atas dasar suka yang berakibat hamil tetapi tuduhannya menjadi berbeda sama sekali, yaitu pemerkosaan. Atau pengalaman ikut tawuran berujung kekerasan yang mengakibatkan kematian dan membawa remaja masuk dalam penjara anak. Dari cerita-cerita tersebut, Komunitas Rumah Tanpa Jendela mendiskusikan apa saja aktivitas yang sudah pernah dijalani peserta workshop selama ini. Biasanya akan  banyak temuan, misal: aktivitas kebut-kebutan atau balap motor yang dilakukan bersama kawan-kawan, tawuran berdasar solidaritas, juga kekerasan yang muncul dalam pergaulan di sekolah diantara teman (kekerasan sebaya atau bullying) bahkan  kekerasan dalam pacaran seperti memaksa mencium, meraba, dll.


Setelah tahap ini, masing-masing peserta workshop menceritakan pengalamannya dalam bentuk komik berdasarkan temuan kasus di atas dan pengalaman masing-masing, Mereka pun sambil berdiskusi. Diharapkan ada gambaran betapa tidak enaknya masuk penjara karena perkara sepele. Hasil Komik Curhat ini adalah kita dapat melihat masalah sehari-hari yang dirasakan oleh peserta workshop, yang bisa jadi masukan ke orang tua atau pihak sekolah, lalu bersama-sama dicari solusinya.

Friday, February 15, 2013

Komik Anak-Anak Penjara



Napi anak yang sedang membuat komik

Komik Anak Penjara adalah kegiatan workshop komik yang rutin diadakan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) anak Tangerang oleh Komunitas Rumah Tanpa Jendela (@komunitas_RTJ). Berikut cerita dari Mas Rahman (@seblat), penggiat komik dan grafis yang menjadi proklamator workshop ini.

Komik ini bertujuan memberi ruang imajinasi kepada penghuni penjara anak yang tersekat ruang tahanan juga menjadi terapi berbasis kreativitas juga seni yang menyenangkan. Komik ini sudah ada dari tahun 2006 dan dimulai di lapas anak Tangerang. Komik Anak Penjara menjadi bagian dari pemenuhan hak anak selama ia dipenjara karena kesalahannya. Bentuk kelas Komik Anak Penjara adalah dengan peserta 20 sampai 30 anak penghuni lapas


Persiapan untuk pameran :)
Melalui komik ini, anak yang bermasalah dengan hukum bisa menceritakan perasaannya, seperti menjadi pelampiasan segala perasaan dari sedih, senang, marah, dan kecewa. Komik anak penjara juga merupakan media untuk mengurangi agresivitas anak-anak penghuni penjara anak yang rata-rata berumur 14 sampai 18
tahun atau sedang melalui masa puber. Komik ini didaulat bisa juga sebagai alat untuk melihat masalah anak di dalam penjara, terkait perlakuan yangg diterimanya selama ditahan. Dengan mencurhatkan perasaannya, diharapkan anak-anak merasa lega dan terkurangi tekanan batinnya. Selain curhat, bisa juga terbaca suasana yang berbeda antara kehidupan malam (di dalam sel) dan siang yg lebih bebas karena bisa beraktivitas di luar sel.

Ada banyak  aktivitas yang bisa diikuti oleh narapidana anak. Komik Anak Penjara sudah beberapa kali mengikuti pameran komik di luar lapas. Hal ini merupakan media agar anak-anak bangga dengan komik penjara anak. Komik penjara anak juga sudah diterbitkan dalam bentuk buku kompilasi dan katalog pameran, ada tujuh buku yang sudah terbit. Komik Anak Penjara pernah mengikuti pameran di Bienalle Jakarta di Senayan City. Pada tahun 2010, Komik Anak Penjara bekerjasama dengan yayasan Kampung Halaman yaitu pameran foto dan komik curhat di Yogyakarta. Terakhir, Komunitas Rumah Tanpa Jendela membuat workshop di penjara anak  Palembang, lalu diterbitkan dalam buku kompilasi komik.


Pameran di Senayan City

Selain diinisiasi oleh relawan Komunitas Rumah Tanpa Jendela, juga oleh napi anak yang sudah bebas dan tertarik bergabung dengan komunitas Rumah Tanpa Jendela. Komik penjara anak mempunyai mimpi bisa menjadi alat bukti untuk kasus-kasus anak yang kadang susah mencari alat buktinya. Dengan bercerita atau memberi kesaksian lewat gambar terkait kasusnya, diharapkan bisa membantu proses peradilan anak dan jadi alat bukti yang sah.


Friday, December 21, 2012

Memberi Bayangan Dalam Komik


Dalam membuat komik hitam putih, penambahan bayangan dapat membuat gambar menjadi lebih hidup. Bayangan dibutuhkan untuk menentukan kedalaman gambar. Jadi gambar tidak terlihat flat. Sebelum masuk ke contoh gambar, kita akan belajar sedikit teori pencahayaan. Simak tutor yang diberikan oleh Sheila Rooswitha (@sheilaro2105) , creator/artist dari "Curhat Lala"! :)





Bayangan benda terjadi di saat benda terletak berlawanan dengan sumber cahaya. Cahaya dari atas akan menghasilkan bayangan tepat di bawah benda, misalnya pada siang hari saat matahari berada tepat di atas.
 
Cahaya dari samping akan menghasilkan bayangan panjang di sisi benda, misalnya pada pagi atau sore hari.
 Cahaya dari belakang akan membuat benda terlihat seperti siluet gelap.
Cahaya dari depan akan membuat benda terlihat flat, karena bayangan jatuh di belakang benda. Jika kita sudah menguasai teori dasar tersebut, akan mudah diterapkan dalam gambar apapun.
Misalnya memberi bayangan pada wajah, yang bisa menambah efek menjadi lebih dramatis.
Teknik memberi bayangan ada beberapa macam, salah satunya dengan mengarsir, yaitu menarik garis berulang di bidang yang sudah ditentukan. Garisnya bisa sejajar, bisa juga berlawanan.
Komik yang memakai teknik arsir contohnya adalah komik2 karya Joe Sacco.
 Bisa juga dengan membloking dengan warna hitam bagian yang terkena bayangan.
Komik yang memakai teknik bloking contohnya adalah komik2 karya RA Kosasih.
 Bisa juga dengan memberi warna abu-abu, atau lebih sering disebut halftone. (co gbr 10)
Komik yg memakai teknik halftone/ abu-abu contohnya adalah komik Kungfu Boy.

                                      Yang mana teknik bayangan favoritmu? Selamat mencoba! :)


Comic Bronze Age


Comic Bronze Age adalah periodesasi era komik setelah Silver Age, tahun 1970-1985. Bronze Age mempertahankan konvensi dari Silver Age dengan judul-judul komik superhero yang masih bertahan di industri. Kamu bisa melihat artikel tentang Comic Silver Age di sini  http://plotpointkreatif.blogspot.com/2012/11/comic-silver-age.html






Istilah ‘Bronze Age’ digunakan pertama kali oleh fan-made komik. Selanjutnya istilah ini dirujuk sebagai bentuk kedewasaan dan komik modern awal tahun ‘70. Salah satu komik yang membuka era ini adalah “Green Lantern”, April 1970. Ditulis oleh Denny O’Neil dan ilustrasi oleh Neal Adams. “Green Lantern” banyak membicarakan kemiskinan dan keraguan pada diri sendiri

Kejadian penting lainnya adalah Jack Kirby meninggalkan Marvel dan kembali ke DC dan menciptakan  series “The Fourth World”. Mort Weisinger, editor utama serial Superman pensiun dan digantikan Schwartz tahun 1970. Era Bronze Age diawali dengan berhentinya para penulis dan seniman komik tua, yang digantikan dengan editor dan creator muda. Para generasi muda ini kenal satu sama lain karena dulu pernah bekerjasama menangani fan club komik

Di waktu yg sama, penerbit masih bertahan dengan merilis komik superhero, menolak banyak judul komik yang dirasa tidak menjual dan bereksperimen di genre horror dan sword-and-socery. Era ini juga ditandai dengan perubahan pada distribusi dan pembeli komik. Seiring waktu, komik yang dijual menebeng di kios koran bergeser menjadi produk mahal dengan dijual di toko buku komik spesial dan aimed at a smaller, core audience of fans. Membesarnya distribusi komik memungkinkan banyak penerbit kecil memasuki pasar, merubah dominasi penerbit besar, membuat variasi pilihan buku.

Isu sosial banyak diangkat dalam komik, dapat kita lihat di tulisan cover buku sebagai bentuk promo.
Contohnya, Spiderman dengan isu drugs. Green Lantern tentang prasangka orang dan ketidakadilan sosial. Isu feminis dan kekuatan perempuan menjadi trends ketika muncul karakter superhero wanita, seperti Spider Woman, Red Sonja, Ms Marvel dan She-Hulk

Penulis dan artist mendapat lebih banyak credit dari ciptaaan mereka meskipun mereka masih berbagi hasil hak cipta dari perusahaan mereka bekerja. Penerbit baru seperti Pacific Comics dan Eclipse Comics bernegosiasi dengan creator mereka dalam kontrak dan hak cipta.

Gaya seni Neal Adams di Green Lantern yang “realis sofistik” menjadi norma baru di indutri komik. Pembeli tidak lagi tertarik dengan gaya rumit Silver Age atau gaya sederghana kartun-kartun Golden Age. Penerbit EC Comics dengan komik horrornya membawa warna baru dengan mempekerjakan banyak creators berbakat dari Asia dan Amerika Latin

PALING BANYAK DIBACA

How To Make Comics oleh Hikmat Darmawan