Friday, May 10, 2013

Ngobrol bareng penulis: Veronica Latifiane


Halo, 

Apa kalian sudah membaca novel CRUSH?



#NovelCrush


Novel CRUSH ini ditulis oleh penulis muda berbakat nih, yang bernama Veronica Latifiane. Pada suatu kesempatan, kita sharing dengan Vero mengenai dirinya dalam dunia penulisan, nah berikut hasil sharing dan bincang – bincang kami.


Hai Vero, mau tanya ya, kira-kira sudah berapa lama menulis?
Hhmm, berapa lama ya, sejak SD aku udah suka nulis buku harian. Tapi, yang benar-benar mulai menulis sesuatu dalam bentuk cerita itu mulai dari SMP, udah 9 tahun lebih kalo nggak salah hitung. Hehe…


Kenapa suka menulis?
Selain karena suka curhat di buku harian, pertama kali aku jadi suka menulis itu karena keseringan baca cerpen-cerpen tulisan temenku, ditambah aku suka mengkhayal. Jadi, daripada semua itu cuma ada di dalam pikiranku aja lebih baik aku tuangkan dalam bentuk tulisan.


Novel Crush, merupakan tulisan novel Vero yang ke berapa?
Crush naskah (bentuk novel) yang kedua, yang selesai aku tulis. Yang bersarang di komputer dan nggak terselesaikan aku nggak masukin dalam hitungan


Berapa lama sih ka penulisan novel Crush sampai pada akhirnya bisa diterbitkan?
Perjalanan CRUSH ini cukup panjaaang. Nulisnya sendiri draft awal banget itu aku selesaikan sekitar semester 3 atau semester 4 waktu aku kuliah. Nulisnya sekitar 9 bulan kalo nggak salah. Terus tahun 2011 waktu PlotPoint lagi mengadakan seminar penulisan dan pencarian penulis di salah satu Mal di Jakarta aku serahkan naskah CRUSH saat itu. Dua hari kemudian aku dihubungin untuk mengirimkan sinopsis naskah dan sekitar tiga bulan kemudian aku dapet kabar kalo naskahku diterima. Senangnya bukan main saat itu. Setelah itu aku meeting sama Mbak Gina diskusi naskahku yang masih kurang sana-sini. Dari hasil meeting itu aku ternyata harus mulai membangun cerita Jovan dan Kezya ini dari nol karena pergantian sudut pandang dari orang pertama jadi orang ketiga. Saat itu deadline yang aku terima sekitar 1.5 bulan dan itu berbarengan dengan pengerjaan skripsiku yang lagi mandeg di teori. Saat dapat tantangan begitu aku bertekad dua-duanya harus aku selesaikan. Saat itu aku berharap keduanya bisa diselesaikan secara bersamaan tapi ternyata skripsiku duluan yang rampung sementara CRUSH masih harus dipoles sana-sini. Perjalanan CRUSH ini bener-bener panjang. Kalo dihitung-hitung dari aku dapet kabar kalo CRUSH diterima sampe CRUSH akhirnya muncul di toko buku itu sekitar satu tahun. Lama ya?  Tapi itu namanya proses dan aku menikmatinya. Dan aku percaya semua itu nggak sia-sia karena aku yakin setiap naskah punya jodohnya masing-masing dan PlotPoint adalah jodoh CRUSH yang paling tepat.

Veronica Latifiane



Dapat inspirasi dari mana awalnya waktu menulis Crush?
Ada beberapa dari pengalaman dulu waktu sekolah dan kebiasaan mengkhayalku yang kadang nggak tahu tempat. Contohnya salah satu adegan dalam novel CRUSH  yang pas Jovan terpaksa naik kereta. Adegan itu terinspirasi karena aku kuliah setiap hari naik kereta, pernah kebayang aja, gimana ya kalo suatu hari ada seorang artis yang tiba-tiba muncul di tengah kereta yang padat sementara semua orang mengenali wajahnya pasti bakal heboh keadaannya. Nah, itu salah satu khayalanku yang aku selipin dalam salah satu adegan di naskahku. Kalo soal karakter yang muncul di CRUSH kenapa sosok Jovan muncul, alasannya karena aku pengin menghadirkan idola baru versi imajinasiku. Hehehe…




Lalu, tokoh- tokoh yang ada di dalam novel crush tersebut, seperti apa sih dalam imajinasi Vero? Mungkin bisa dikasih tau bayangan orang dalam dunia nyatanya
Haha ini pertanyaannya bisa nggak selesai kalo aku jabarin di sini. Oke aku akan jawab untuk Jovan dan Kezya. Jovan itu dalam bayanganku cowok ganteng setengah bule, kalo dalam bayanganku sosok Jovan secara fisik itu perpaduan antara ‘Si Kembar’ Chandrawinata yang punya model rambut pendek ala Taylor Lautner, dan mata Hazel Green seindah Shane Westlife. Kalo Kezya sendiri secara fisik dia nggak cantik luar biasa tapi wajahnya lebih kelihatan ayu dan cerdas. Dan sosok Kezya ini dalam imajinasiku perpaduan antara temenku waktu SMA, kuliah, dan sedikit sosok adik-adikku. Ini sosok Jovan dan Kezya yang terbentuk dalam imajinasiku. Setiap pembaca CRUSH pasti berbeda-beda dan punya Jovan & Kezya mereka masing-masing. 



Lalu, dalam proses penulisan crush, sempat terjadi stagnansi nggak? Pada saat kapan? Lalu solusi apa yang Vero lakukan?
Hhhmmm, stagnansi sih pasti banget ini terjadi dalam menulis. Buntu, nggak tahu harus nulis apalagi. Ya, biasanya kalo udah begini aku jalan-jalan atau nonton film, baca novel, atau nonton drama korea. Hehehe...



Kalau boleh tahu, siapa nih pembaca draft novel crush yang pertama kali? 
Yang baca draft pertama CRUSH itu adik-adikku. Setelah mereka baca, salah satu dari mereka langsung bilang “Kakak, kenalin aku sama Jovan.” Reaksi adikku ini yang bikin aku pede untuk masukin naskah CRUSH ke penerbit.



Lalu, bagaimana tanggapan orang tua, keluarga, sahabat dan teman sekitar Vero pada saat novel crush itu terbit?
Mereka seneng banget pastinya. Apalagi pas ngelihat Mamaku baca CRUSH sampe selesai, padahal Mamaku jarang banget baca buku, apalagi novel. Adikku yang kembar juga seneng pastinya karena mereka tau kalau naskahku terbit mereka pasti kecipratan. Hehehe… Dapet mention dan twitpic tentang Novel CRUSH dari temen-temen SD, SMP, SMA, Kuliah, dan temenku lainnya, itu sudah cukup menunjukkan dukungan mereka atas novel perdanaku ini. 



Terakhir, kita bisa dibagi sedikit tips – tips dalam penulisan ngga nih?
Tips menulis dari aku, sayangi naskah yang ingin kamu tulis beserta elemen-elemen di dalamnya misalnya karakter yang ada di dalam cerita. Anggap mereka seolah hidup dan sayangi mereka seperti orang tua sayang sama anak-anaknya. Satu lagi, jadilah pemerhati yang baik karena di sekitar kita banyak banget yang bisa dijadiin bahan cerita bahkan dengan mendengarkan curhatan temen-temen kita pun kadang bisa jadi satu tulisan loh. :)


Terima kasih banyak Vero atas sharing-nya. Ditunggu karya berikutnya ;)

4 comments:

  1. Pengen baca bukunya. Sukses terus untuk Veronica..

    ReplyDelete
  2. udah baca bukunya..
    wah ternyata dari kirim sampai jati itu lama juga yaa.. 1 tahun..

    ReplyDelete

PALING BANYAK DIBACA

How To Make Comics oleh Hikmat Darmawan