Monday, June 10, 2013

Ilustrasi Buku Anak



Hi people :)

Guys, ada di antara kalian yang hobi gambar? Atau setiap mau beli buku, yang dilihat ilustrasinya duluan? :p Suka koleksi gambar-gambar ilustrasi buat dijadiin screensaver laptop mungkin? *mulai ngaco*

Kali ini, tim PlotPoint akan memberikan sneak peek tentang ilustrasi. Ada yang tau apa itu ilustrasi? Coba kita jelasin dikit apa itu ilustrasi :)

Menurut definisi Kamus Besar Bahasa Indonesia (ehm biar kelihatan lebih intelek *benerin kacamata*), ada 3 pengertian dari kata ilustrasi, yaitu:

1. Gambar (foto, lukisan) untuk membantu memperjelas isi buku, karangan, dsb;
2. Gambar, desain, atau diagram untuk penghias (halaman sampul dsb); 
3. (Penjelasan) tambahan berupa contoh, bandingan, dsb untuk lebih memperjelas paparan (tulisan dsb).

Ilustrasi seperti sudah menjadi soulmate media - hampir semua media memiliki ilustrasi, mulai dari buku fiksi hingga surat kabar. Tanpa kehadiran ilustrasi, kita bisa kebosanan (dan ter jereng-jereng, mungkin?) saat membaca sebuah tulisan. Apalagi kalau kita tidak suka dengan materi tulisannya. Apalagi kalau tulisannya tidak kita mengerti sama sekali. Lengkap sudah penderitaan mwahaha *evil laugh*.

Kali ini, PlotPoint akan membahas seluk beluk ilustrasi pada buku anak. Ternyata, ilustrasi pada buku anak itu penting lho. Kenapa ya? Soalnya, anak-anak itu cenderung sensitif sama gambar bahkan sebelum dia bisa ngomong. Seorang bayi bisa dengan gampang membedakan antara muka ibunya dengan orang lain yang mirip. Dengan cara yang sama, anak-anak juga bisa mengenali barang-barang kesayangan mereka. Selain itu, ilustrasi juga dipake supaya anak lebih aware sama keadaan sekitar, mengasah imajinasi mereka, sama supaya mereka tertarik buat baca :)

Ilustrasi di buku anak-anak udah ada dari kapan sih? Salah satu buku anak yang ada ilustrasinya itu dibuat pada abad ke-15, sekitar tahun 1657 atau 1658 yang judulnya "Orbis Pictus" (Dunia dalam Gambar) oleh Cornelius. Guys, tau nggak buku ini tentang apa? Orbis Pictus adalah ensiklopedi anak-anak. Ensiklopedi ini bahasannya lumayan banyak mulai dari binatang, tanaman, sampe aktivitas harian manusia - jumlah bab nya aja ada 150. 
Penasaran? Ini dia preview salah satu bab (berikut terjemahannya) :D

XXVI

Quadrupeda: & primum Domestica (Hewan Berkaki Empat: dan yang pertama kali dipelihara di rumah)


   
Canis, 1.
cum 
Catello, 2.
est custos Domûs
Felis (Catus) 3.
purgat domum
à Muribus, 4.
quod etiam
Muscipula, 5.
facit Sciurus, 6.
Simia, 7.
Cercopithecus, 8.
habentur domi
delectamento Glis, 9. &
cæteri Mures majores, 10.
ut, MustelaMartes,
Viverra,
infestant domum.

Nama genus, contohnya seperti anjing, serigala dan lainnya   1.
dengan Whelp (anak dari genus canis ), 2.
adalah penjaga Rumah.
Kucing, 3.
mengusir Tikus Rumah 4.
yang berguna juga sebagai Perangkap Tikus
5. doth (kata ganti orang ke-3, dalam konteks ini merujuk pada kucing)
Tupai, 6.
Kera, 7.
dan Monyet, 8.
dipelihara buat hiburan.
Dormouse (sejenis tikus kecil), 9. dan Tikus lain yang lebih besar, 10. lalu, ada Cerpelai, Kukus (sejenis musang),
Ferret (sejenis musang juga ._.), yang berbuat kenakalan. 
 

P.s: walaupun Dormouse sejenis tikus, tapi ternyata dia
 lucu banget lho guys *berbinar-binar* Tampangnya nggak dekil lagi :3 (tanpa bermaksud menghina jenis tikus lainnya, pecinta tikus, atau siapa saja di dunia pertikusan).


Ini baby hazel dormouse :D
Kalo ini, dormouse yang udah dewasa 
Maaf, OOT sementara. Penulis ter distract dengan overwhelming cuteness. Kembali ke jalur ilustrasi. Mau lihat contoh buku anak berilustrasi lainnya? Ini dia:

  1. Snow White and the Seven Dwarfs 
         Penulis: Grimm Brothers
         Ilustrasi: Nancy E. Burkert
         

Ratu iri dengan Snow White yang lebih cantik daripada dia - baik, lagi. Jadi, ratu menyuruh pemburu buat membunuh Snow White dan mengambil jantungnya (lagi, ini masih meng refer ke Snow White). Tapi, pemburu kasihan sama Snow White. Snow White disuruh untuk melarikan diri ke hutan. Walaupun Snow White sempat tersesat di sana, akhirnya dia tinggal bersama 7 kurcaci. 

Karena ceritanya terkenal, Snow White juga dibuat film :) Versinya juga banyak, mulai dari versi kartun disney nya:



Snow White dengan cerita khas disney:
polos, aman untuk konsumsi anak-anak, endingnya happily ever after
Ada juga versi filmnya yang jalan ceritanya dimodifikasi :D


Mirror Mirror.
Di sini, Snow White diajarin  bela diri sama kurcaci-kurcacinya.
Ceritanya lucu, bright. Ratunya jahat tapi lucu juga ._.
Ending film diisi dengan Snow White sama seluruh cast lainnya joget ala film Bollywod
Snow White and The Huntsman.
Kalo yang ini agak lebih serius, lebih dark.
Ratunya evil beneran 

     2. The Princess and the Pea

        Penulis: Hans Christian Andersen
        Ilustrasi: Harry Clarke dan Edmund Dulac

        

Ratu menemukan seorang gadis di depan pintu istananya. Saat itu lagi hujan (gadis itu juga udah basah kuyup kehujanan), sehingga dia dipersilahkan masuk. 

Ratu penasaran (sama nggak percaya juga) begitu gadis ini bilang kalo dia itu puteri raja. So, she decided to put a test on her. Sebelum putrinya tidur, ratu menyelipkan 3 biji kacang polong di bawah matras tempat tidur gadis itu. 
Apabila gadis ini memang the ultimate princess, dia bisa merasakan kacang-kacang itu walaupun matrasnya ada puluhan. Soalnya, putri raja yang asli punya perasaan yang lembut banget.



     3. Vivaldi

        Penulis: Helge Torvund
        Ilustrasi: Mari Kanstad Johnsen

        



Tyra benci sekolah - jadi, setiap ke sana, dia nggak mau bicara sama sekali. Tyra di bully teman-teman sekolahnya - perlakuan teman-temannya itu membuat Tyra merasa sangat kecil. Tapi, lain halnya kalo di rumah. Di rumah, dia gembira sekali. But one day, she's got company - a kitten. Sejak memelihara anak kucing itu, hidup Tyra berubah. Dia jadi percaya diri menghadapi masalahnya, karena dia nggak sendirian lagi.

     4. The Great Paper Caper

         Penulis: Oliver Jeffers
                Ilustrasi: Oliver Jeffers
        
     

Hewan-hewan sadar ada yang berubah di hutan tempat tinggal mereka - awalnya, cuma dahan pohon yang hilang. Setelah itu, batang pohonnya ikut lenyap. Akhirnya, rumah mereka habis. 

Setelah melakukan penyelidikan, ketahuan siapa pelakunya: seekor beruang. Beruang itu ditangkap dan dibawa ke kantor polisi untuk diinterogasi. Akhirnya, beruang memberitahu alasannya ‘mencuri’ pohon-pohon itu soalnya dia desperate pengen jadi pemenang lomba pertandingan kapal terbang kertas.



Nah setelah baca posting ini, gimana pendapat kalian? 
Ternyata, peran ilustrasi itu nggak kalah penting sama isi tulisan kan? Jadi, tunggu apa lagi? Buat yang udah lama memendam hasrat berilustrasi, segeralah menggambar. Jadikan semua media yang kamu suka sebagai wahana menggambar. Asal jangan menggambar di sarana dan prasana umum, itu namanya vandalisme. Jangan ya *ekspresi keibuan*

Buat yang suka warna-warna cerah atau cinta dunia anak-anak, juga boleh banget masuk profesi ini :) 

Spread you illustrations o.o 



Kita pake referensi lho:

1. http://www.gutenberg.org (sumber isi Orbic Pictus)

2. “The Importance of Illustrations in Children’s Books” in Illustrating for Children edited by Mabel Segun. Ibadan: CLAN, 1988. pp 25-27 

2 comments:

  1. anak memang cenderung lebih peka pada gambar

    ReplyDelete
  2. iya, mereka juga cenderung lebih peka terhadap warna :)

    ReplyDelete

PALING BANYAK DIBACA

How To Make Comics oleh Hikmat Darmawan