Thursday, June 27, 2013

[#KamisKreatif] Sundea: Bermain Untuk Tulisan


"The chief enemy of creativity is good sense."
- Pablo Picasso



Menulis itu sudah biasa, jadi penulis juga mungkin sudah banyak. Tapi menulis untuk adik-adik kita? Sepintas memang gampang, karena adik-adik kita kan kerjanya cuma bermain. Ya, bermain. Kata itulah yang langsung muncul ketika seorang Ardea Rhema Sikhar atau akrab disapa Sundea berkisah tentang penulisan kreatif. 



Bermain adalah kunci proses kreatifnya. Ia selalu bermain dengan waktu ketika harus menunggu, bermain dengan kesedihan saat kesenangan sedang jauh, pun harus bermain dengan ketidaktahuan ketika harus kesasar. Layaknya saat lelah ketika bermain, kitapun harus istirahat. Demikian yang terjadi ketika Sundea sedang merasa tidak kreatif. Ia tidur, membangun mimpi dan kembali bermain dengan mimpi untuk kemudian diajaknya menjadi bahan kreativitasnya saat ia bangun. Bisa bayangkan bagaimana ramainya permainan dalam hidup Sundea?

Sundea

Buat Dea, Kreatif itu "selalu nemuin celah untuk bermain di situasi apapun. Main itu sumber energi kreatif yang paling utama."


Tiga buku karya Sundea; Dunia Adin (yang diperuntukkan untuk adik-adik kita), serta Salamatahari dan Salamatahari #2 menjadi bukti bahwa bermain, suatu hal yang buat banyak orang tidak penting, ternyata amatlah penting jika kita mau menganggapnya sebagai sahabat dalam berkarya. 

Saat ini Sundea sedang aktif menjadi “teman” untuk para ibu. Para ibu diberikan semangat tentang pentingnya mendongeng, sehingga kegiatan positif itu bisa dibudayakan di kehidupan sehari-hari. Terlebih dahulu ia menjadi ibu asuh bagi salamatahari.com dengan melahirkan zine-zine online, sebutan untuk kegiatan menulisnya yang diibaratkan seperti olahraga, tentu dengan tujuan agar tidak kendur (semangat menulisnya). Bergaul dengan adik-adik dan ibu-ibu diakui membuat Sundea lebih banyak belajar daripada mengajarkan.


Dari kiri-kanan: Dunia Adin, Salamatahari, Salamatahari #2


Bagi Sundea, menulis adalah komunikasi dua arah. Apa yang ia tulis selalu menyampaikan sesuatu kembali kepadanya. Kegiatan menulis juga membantunya untuk menyusun pikiran serta perasaan. Hal lain yang didapatkan dengan menulis yaitu lebih mengenal situasi, diri sendiri maupun orang lain. Sundeapun merasa jauh lebih tenang dan bisa belajar menerima hal apapun dengan tulisan. Sepakat ya, kita tentukan bahwa menulis adalah salah satu media terapi diri.


Menulis sudah dilakoni Sundea sejak kecil, ia dengan bebas membuat ide dan menjadikan benda di sekelilingnya sebagai tokoh untuk menghidupkan idenya. Sundea mengaku ia senang dibacakan buku cerita dan storytelling kepada orang-orang di sekitarnya. Saat usianya baru menginjak beberapa bulan, ia sudah bisa bicara, tapi bicara yang tidak biasa. Karena “Aduh Kaget” menjadi kata pertamanya di dunia. Ya, tentu seluruh keluarganya lebih kaget dengan keajaiban bayi Sundea dulu.


Sudah mulai suka bermain dengan Sundea? Mungkin akan lebih suka lagi jika tahu bahwa Sundea saat ini sedang serius menggarap zodiak gembira. Jelas gembira, karena kan isinya bermain. Silakan bermain-main bersamanya dalam zodiakgembira.tumblr.com atau @salamatahari.

Source gambar dari webnya Sundea :)

1 comment:

PALING BANYAK DIBACA

How To Make Comics oleh Hikmat Darmawan